JawaPos.com - Kursi pimpinan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sedang diperebutkan. Organisasi ini dianggap membutuhkan sosok yang mampu mengelola kemitraan strategis, khususnya dengan pemerintah. Persaingan diharapkan fokus pada adu gagasan.
"Mampu mengelola kemitraan supaya bisa berdampak pada usahawan kelas menengah bawah untuk berkembang, dan itu berdampak pada ekonomi rakyat," kata Direktur Eksekutif lembaga survei dan konsultan Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah saat dihubungi, Kamis (28/5).
Dedi mendorong persaingan kursi pimpinan HIPMI pada Munas mendatang akan fokus pada pertarungan gagasan. Dengan begitu, pemimpin yang terpilih bisa membawa kemajuan organisasi.
"Seharusnya adu gagasan lebih diutamakan, karena kekuasaan sudah cukup solid," imbuhnya.
Baca Juga: Badan PDP Tak Kunjung Dibentuk, Masyarakat Cuma Bisa Gigit Jari saat Jadi Korban Kebocoran Data
Persepsi bahwa pimpinan HIPMI dekat dengan kekuasaan harus ditanggalkan. Masyarakat perlu mendapat kepercayaan bahwa organisasi ini berjalan demi kepentingan publik.
Apabila organisasi dikendalikan kekuasaan maka akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, perputaran ekonomi terjadi di kelompok kecil.
"HIPMI seharusnya berada di pihak publik," tegas Dedi.
Sementara, Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, melihat HIPMI ke depan harus menjadi mitra tanding pemerintah. Terutama, dalam membuat kebijakan.
"Tidak hanya 'oke' terhadap pemerintah. Pengusaha muda ini juga harus diisi pengusaha yang kritis terhadap kebijakan pemerintah," kata Nailul.
Menurutnya, HIPMI harus mampu bersikap objektif. Terlebih mereka merepresentasikan kelompok muda.
"Jangan sampai afiliasi kepada pemerintah terlampau kuat, sehingga menghilangkan sisi kritis kaum muda," tegasnya.
Nailul melihat kondisi itu sangat ideal untuk menjalankan sinergi. Sehingga, HIPMI dapat melaksanakan peran sebagai mitra strategs pemerintah.
"Sinergi ini bisa dilakukan asalkan masih dalam koridor bisnis dan pemerintahan," tandas Nailul Huda.
Munas XVIII HIPMI dijadwalkan digelar di Provinsi Lampung pada 10 Juni 2026. Agenda utamanya adalah memilih Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI yang baru untuk masa bakti 2026-2029.
Sejauh ini terdapat empat calon yang akan bertarung. Calon nomor urut pertama yakni Reynaldo Bryan, sementara itu calon nomor urut kedua adalah Ade Jonan Prasetyo, kemudian calon nomor urut tiga adalah Afifuddin Suhaeli Kalla, dan calon keempat adalah Anthony Leong.