JawaPos.com - Kebutuhan dana darurat sering kali datang tanpa peringatan. Mulai dari biaya kesehatan, kebutuhan keluarga, hingga kebutuhan usaha kecil, banyak masyarakat kini mulai melirik layanan pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) karena prosesnya cepat dan praktis.
Namun di balik kemudahan tersebut, ada satu hal yang kerap luput diperhatikan: rincian biaya pinjaman secara menyeluruh. Tak sedikit pengguna hanya fokus pada besaran bunga, tanpa benar-benar memahami biaya tambahan lain yang dapat membuat total tagihan membengkak.
Kondisi ini menjadi salah satu penyebab masyarakat merasa terjebak saat cicilan berjalan. Karena itu, penting bagi calon peminjam untuk memahami sejak awal seluruh komponen biaya, tenor, hingga skema pembayaran sebelum mengajukan pinjaman daring.
Baca Juga: PNM Tebar Syukur, Salurkan Hewan Kurban untuk Warga di Sekitar Wilayah Layanan
Kenapa Transparansi Biaya Pinjaman Penting?
Dalam layanan pinjaman daring, total kewajiban pembayaran tidak hanya berasal dari bunga. Ada sejumlah komponen lain yang perlu dicermati seperti biaya administrasi, biaya layanan, hingga potensi denda keterlambatan.
Jika informasi tersebut tidak dijelaskan secara rinci sejak awal, pengguna berisiko menghadapi tagihan yang lebih besar dari perkiraan. Direktur Utama PT Lentera Dana Nusantara Jonathan Christianto mengatakan, transparansi biaya kini menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan masyarakat dalam memilih layanan pindar.
”Dengan jelas tanpa jebakan, SPinjam ingin mendorong pengguna untuk semakin memahami informasi pinjaman dengan lebih jelas, mulai dari komponen biaya, tenor, hingga rincian pembayaran. Harapannya, pengguna dapat memastikan bahwa mereka membuat keputusan finansial yang bijaksana, serta memanfaatkan layanan pindar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” ujar Jonathan.
Baca Juga: Prasasti: DSI jadi Instrumen Atasi Kebocoran Rp 15.980 Triliun Ekspor SDA
Tips Aman Menggunakan Pinjaman Daring agar Tidak Memberatkan
Sebelum mengajukan pinjaman online, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan agar kondisi keuangan tetap aman.
1. Hitung Total Cicilan, Bukan Hanya Bunganya
Banyak orang tergoda bunga rendah, tetapi lupa menghitung total pembayaran hingga akhir tenor. Pastikan seluruh biaya dijelaskan secara transparan sejak awal.
2. Pinjam Sesuai Kemampuan Bayar
Idealnya, cicilan utang tidak melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan agar arus kas tetap sehat.
3. Hindari Pinjaman untuk Kebutuhan Konsumtif
Pinjaman daring sebaiknya digunakan untuk kebutuhan mendesak atau produktif, bukan sekadar memenuhi gaya hidup.
4. Pastikan Platform Berizin OJK
Legalitas menjadi faktor penting untuk menghindari praktik pinjaman ilegal yang berpotensi merugikan konsumen.
Baca Juga: Pemerintah Bentuk Holding Kawasan Industri Indonesia, Gantikan Peran Danareksa
Melihat masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami struktur biaya pinjaman, SPinjam menghadirkan kampanye bertajuk Jelas Tanpa Jebakan. Melalui kampanye ini, SPinjam menawarkan bunga pinjaman tetap mulai 1,8 persen per bulan atau setara 0,06 persen per hari, serta promo gratis biaya administrasi untuk pinjaman pertama tanpa biaya tambahan lain.
Selain itu, layanan ini menyediakan limit pinjaman hingga Rp 100 juta dengan pilihan tenor mulai dari 2 hingga 24 bulan. Proses pengajuan dilakukan secara digital menggunakan KTP tanpa agunan.
Menurut Jonathan, kemudahan akses pembiayaan tetap harus diimbangi edukasi agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan layanan pindar.
Baca Juga: Berdiri di Atas Jalan Umum, Proyek KDMP Kaloran Temanggung Dihentikan Sementara
”Ini merupakan salah satu bentuk komitmen SPinjam dalam memperkuat aspek pelindungan konsumen, sekaligus mendukung inklusi bagi masyarakat yang sedang membutuhkan layanan pindar,” kata Jonathan.
Dia menambahkan bahwa layanan pinjaman daring idealnya menjadi alat bantu keuangan yang digunakan secara terukur dan bertanggung jawab.