JawaPos.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memperkuat kerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat. Kementeri dan BSI membahas percepatan penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) dan dukungan terhadap rumah subsidi melalui skema FLPP.
Pertemuan Menteri dengan petinggi BSI tersebut menyoroti tingginya kebutuhan hunian layak sekaligus upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat melalui akses kredit rumah yang lebih terjangkau. Pemerintah menilai perbankan syariah memiliki peran penting dalam mempercepat penyaluran pembiayaan perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah dan rendah.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dan BSI dibutuhkan agar akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah semakin luas.
Baca Juga: BCA Bantah Isu Kebocoran Data Nasabah, Klaim Sistem Aman dan Tidak Diretas
”Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kontribusi BSI terhadap program-program pemerintah termasuk di bidang perumahan. Kolaborasi seperti ini penting agar semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses rumah layak dan terjangkau,” ujar Maruarar.
Maruarar mengungkapkan, realisasi program KPP secara nasional telah mencapai sekitar Rp 16,2 triliun. Sementara penyaluran KPP oleh BSI telah mencapai sekitar 67 persen dari target Rp 1,2 triliun atau setara Rp 800 miliar.
Menurut dia, mayoritas debitur masih berasal dari sisi demand atau masyarakat yang memang membutuhkan hunian pertama. Pemerintah memandang kondisi tersebut sebagai sinyal positif terhadap meningkatnya minat masyarakat untuk memiliki rumah.
Baca Juga: Purna Tugas Bukan Akhir Produktivitas: Kisah Pensiunan ASN Bangun Usaha dan Kolam Ikan di Desa
Selain itu, Maruarar menilai program pembiayaan perumahan juga dapat menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan kelas menengah baru di Indonesia. Salah satu capaian tertinggi program KPP tercatat dalam kegiatan sosialisasi BSI di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dengan realisasi mencapai Rp 315,7 miliar.
Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan, siap melanjutkan dukungan terhadap berbagai program perumahan pemerintah, termasuk pembiayaan rumah subsidi.
”Kami berterima kasih dapat berdiskusi langsung terkait program-program pemerintah. BSI berkomitmen mendukung program pemerintah termasuk dalam sektor perumahan. Dalam pertemuan ini kami juga membahas rencana dukungan BSI terhadap program perumahan ke depan serta meminta arahan dan masukan dari Menteri PKP agar kolaborasi ini bisa semakin optimal,” kata Anggoro.
BSI pada 2026 menargetkan penyaluran Kredit Program Perumahan sebesar Rp 1,2 triliun. Selain itu, bank syariah terbesar di Indonesia tersebut juga ikut mendukung penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan target 5.540 unit rumah subsidi.
Hingga saat ini, realisasi akad FLPP melalui BSI telah mencapai 1.250 unit rumah subsidi. Pemerintah berharap percepatan kolaborasi dengan sektor perbankan syariah dapat membantu mengurangi backlog perumahan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.