← Beranda
Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Go To Segera Implementasi soal Komisi Ojol 8 Persen
Rian AlfiantoRabu, 20 Mei 2026 | 19.46 WIB
Jumpa pers Goto umumkan bakal terapkan arahan Presiden soal Komisi Ojol 8 Persen. (RianAlfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Goto) mengklaim bahwa pihaknya mendukung penuhbterhadap kebijakan pemerintah terkait penyesuaian komisi ojek online. Dalam skema baru yang diarahkan pemerintah, mitra pengemudi akan menerima 92 persen pendapatan perjalanan GoRide, sementara perusahaan hanya mengambil komisi sebesar 8 persen dari sebelumnya 20 persen.

Kebijakan tersebut diumumkan Gojek dalam konferensi pers di Kantor Pusat GoTo, Jakarta, Selasa (19/5). Langkah ini disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan mitra pengemudi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem transportasi online di Indonesia.

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan kebijakan ini menjadi bentuk nyata semangat kebangkitan nasional di era digital.

Baca Juga: Begal Merajalela di Jakarta, Polda Metro Jaya Terus Gencarkan Patroli di Daerah Rawan

“Kebijakan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Hari Kebangkitan Nasional di era digital. Seperti yang telah kami sampaikan dalam berbagai momentum sebelumnya, termasuk pada pengumuman program dukungan kesejahteraan Bakti GoTo untuk Negeri, serta peluncuran 7 Inisiatif Apresiasi Mitra terbaru, kesejahteraan mitra driver akan selalu menjadi prioritas utama bagi Perusahaan,” ujar Hans.

Dalam pengumannya, GoTo juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI atas dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan pekerja transportasi online.

Komisi GoRide Turun Jadi 8 Persen

Baca Juga: Daftar Sementara Pemain Irak untuk Piala Dunia 2026 Dirilis, Ada Bek Persib Bandung Frans Putros

Sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah, Gojek memastikan akan menyesuaikan skema bagi hasil layanan roda dua atau GoRide. Dengan aturan baru ini, pendapatan yang diterima perusahaan dari layanan transportasi online roda dua akan berkurang signifikan.

Meski demikian, GoTo menilai langkah tersebut sebagai investasi jangka panjang demi menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Gojek juga menegaskan akan menjaga keseimbangan antara pendapatan mitra driver dan harga yang dibayar konsumen. Untuk layanan GoRide Reguler, perusahaan berupaya agar tarif yang dibayar pelanggan tidak mengalami perubahan signifikan.

Perusahaan berharap stabilitas harga bisa menjaga jumlah order tetap tinggi sehingga pendapatan total mitra pengemudi tetap terjaga.

Selain memangkas komisi, Gojek juga mengumumkan penghentian 'Program Langganan GoRide Hemat' untuk mitra pengemudi.

Program yang mulai diuji coba sejak November 2025 dan diperluas pada Februari 2026 itu dinilai membutuhkan keseimbangan baru agar lebih mendukung kesejahteraan driver.

“Setelah berjalan tiga bulan dan kajian menyeluruh, Perusahaan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi,” lanjut Hans.

Baca Juga: Permudah Wisatawan Asing, Seoul Merombak Aplikasi Kereta Bawah Tanah

Ke depan, layanan GoRide Hemat juga akan mengikuti skema bagi hasil 8 persen seperti GoRide Reguler. Konsekuensinya, akan ada penyesuaian tarif moderat bagi konsumen, meski Gojek memastikan tarif tetap terjangkau bagi masyarakat.

Sementara itu, di tengah perubahan kebijakan komisi, Gojek memastikan berbagai program kesejahteraan mitra tetap dilanjutkan.

Program tersebut meliputi Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan anak mitra, umroh gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, hingga cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

Menurut perusahaan, komitmen ini sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, terutama dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan pemerataan ekonomi.

Baca Juga: API-IMA Respons Wacana Badan Khusus Ekspor Komoditas Strategis, Wanti-wanti Pemerintah soal Iklim Investasi

Meski demikian, GoTo mengakui perubahan skema komisi akan berdampak pada penurunan pendapatan lini bisnis GoRide. Namun perusahaan optimistis kekuatan ekosistem bisnisnya tetap mampu menopang pertumbuhan jangka panjang.

Perusahaan menilai lini bisnis lain seperti teknologi finansial, logistik, dan layanan pengantaran masih tumbuh positif dan dapat menjadi fondasi penting menghadapi perubahan tersebut.

Saat ini Gojek masih menunggu arahan teknis lebih lanjut terkait detail aturan dalam Peraturan Presiden mengenai skema komisi ojek online tersebut.

“Sebagai perusahaan yang lahir dan berkembang di Indonesia, Gojek senantiasa berkomitmen untuk dapat terus maju - demi mitra pengemudi yang lebih sejahtera, pelanggan yang terlayani lebih baik, dan Indonesia yang kita cintai bersama,” tutup Hans.

EDITOR: Bintang Pradewo