JawaPos.com – PT Siloam International Hospitals Tbk menutup Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 12,8 triliun. Dalam rapat tersebut, Siloam juga menetapkan susunan baru dewan komisaris yang diisi sejumlah nama figur publik seperti Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Yasonna H. Laoly.
Berdasarkan hasil RUPST, Siloam membukukan total pendapatan sebesar Rp 12,8 triliun atau tumbuh 5,2 persen secara tahunan (year on year/YoY). Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp 2,8 triliun atau naik 18,3 persen YoY serta laba bersih mencapai Rp 1,1 triliun atau tumbuh 22,5 persen YoY.
Presiden Direktur Siloam David Utama mengatakan capaian tersebut ditopang implementasi strategi archetype yang memperkuat penyelarasan kemampuan klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional di seluruh jaringan rumah sakit Siloam.
“Kami dengan bangga melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat selama periode ini, didorong oleh implementasi strategi archetype yang memungkinkan penyelarasan yang lebih kuat antara kemampuan klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional di seluruh network kami,” ujar David dalam keterangannya, Selasa (12/5).
Ia menyebut strategi tersebut menjadi awal transformasi besar perusahaan dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi yang lebih mudah dijangkau masyarakat Indonesia.
Dalam RUPST itu, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan dan pengangkatan kembali jajaran direksi dan komisaris perseroan.
Pada jajaran Dewan Komisaris, Yasonna H. Laoly ditunjuk sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen. Selain itu, Bambang Soesatyo juga masuk sebagai Komisaris Independen.
Susunan Dewan Komisaris Siloam terbaru yakni Yasonna H. Laoly sebagai Presiden Komisaris/Komisaris Independen, Andy Nugroho Purwohardono sebagai Komisaris, Sigit Prasetya sebagai Komisaris, James Tobias Hall sebagai Komisaris Independen, serta Bambang Soesatyo sebagai Komisaris Independen.
Sementara susunan direksi terdiri dari David Utama sebagai Presiden Direktur, serta Atiff Ibrahim Gill, Benny Haryanto Djie, Gabriele Isacco Tironi, Phua Meng Kuan (Daniel Phua), Richard Kidarsa, dan Surya Tatang sebagai Direktur.
Dalam ekspansi bisnisnya, Siloam juga telah memulai operasional Siloam Hospitals Surabaya Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC). Perseroan turut melakukan soft launching perluasan Siloam Hospitals Makassar dengan menghadirkan sistem CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara untuk layanan precision oncology.
Meski mencatatkan pertumbuhan kinerja positif, RUPST memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Seluruh laba bersih tahun 2025 akan dicatat sebagai laba ditahan perseroan.