← Beranda
Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Dipotong Meski Harga Minyak Dunia Naik, Kecuali yang Tak Produktif
R. Nurul Fitriana PutriSelasa, 10 Maret 2026 | 00.46 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul F/JawaPos.com)

JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pemerintah tidak akan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun harga minyak mentah dunia tengah melonjak.

Menurut Purbaya, pemerintah akan tetap mempertahankan alokasi anggaran MBG. Pemotongan akan diberlakukan hanya untuk belanja-belanja yang tidak produktif.

“Jadi (anggaran) MBG nggak akan dipotong. Kecuali yang enggak produktif,” ujar Purbaya saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3).

Dalam hal ini, Purbaya memastikan bakal mencoret berbagai pengajuan belanja yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan dalam program tersebut. Seperti untuk beli kendaraan roda dua hingga unit komputer.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus USD 100 per Barel, Menkeu Purbaya: Kita Lihat Dulu Sebulan

“Kalau dia ngajuin beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. Yang nggak perlu-perlu, yang nggak berhubungan dengan makanan,” jelasnya.

Purbaya menambahkan, pemerintah akan terus memantau pelaksanaan program MBG dari waktu ke waktu.

Termasuk mengevaluasi efektivitas belanja yang dilakukan oleh pelaksana program di lapangan. “Kita lihat terus dari waktu ke waktu. Sambil lihat sebulan ini MBG berjalan seperti apa,” tambahnya.

Dia menegaskan kembali bahwa anggaran MBG tidak akan dipotong. Namun, pemerintah memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar digunakan secara tepat sasaran.

“MBG nggak kita potong anggarannya. Tapi kita pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien,” tutur Purbaya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Targetkan THR PNS, Pensiunan hingga TNI-Polri Cair Semua Pekan Depan, Ini Realisasinya Per 6 Maret 2026

Dia juga menilai lonjakan harga minyak mentah dunia saat ini masih perlu dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang sebelum berdampak pada kebijakan fiskal pemerintah.

Hal ini seolah membantah pernyataannya beberapa waktu lalu yang menyebut akan melalakukan pemangkasan anggaran MBG jika harga minyak mentah dunia mencapai USD 92 per barel.

“Kan baru satu hari (naik lebih dari USD 100 per barel). Hitungan kita kan status tahun penuh. Rata-rata setahun berapa? Kalau rata-rata setahun USD 100 per barel berarti kan naik terus ke atas. Kita lihat kondisi APBN kita seperti apa. Yang jelas kita coba absorb shock semaksimal mungkin,” tandas Purbaya.

 

EDITOR: Bayu Putra