← Beranda
Tips Keuangan Keluarga: 6 Strategi Menghemat Pengeluaran Bayi agar Anggaran Rumah Tangga Terkontrol​
Rediva Ananda Putri• Rabu, 8 Oktober 2025 | 13.27 WIB
Ilustrasi perlengkapan bayi yang umum dibutuhkan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Memiliki bayi adalah berkah sekaligus tanggung jawab besar, terutama dari sisi keuangan karena kebutuhan si kecil tampak tak ada henti, mulai dari popok, perlengkapan tidur, pakaian, hingga alat mandi dan perawatan kulit bayi. Oleh karena itu, orang tua perlu strategi agar pengeluaran bayi tidak membebani anggaran keluarga.

Melansir dari laman Zwitsal, menyewa perlengkapan bayi adalah salah satu cara untuk mengurangi beban biaya dan tetap memenuhi kebutuhan penting bayi. Di forum Ibu dan Balita juga dibahas bahwa membeli barang-barang bayi secara impulsif atau terlalu awal seringkali menyebabkan pemborosan karena banyak perlengkapan tak terpakai sesuai usia atau kebutuhan anak. 

Dengan pendekatan hemat yang cerdas dan selektif, orang tua bisa tetap memberikan yang terbaik untuk bayi tanpa harus boros. Artikel ini akan merangkum tips praktis yang bisa diterapkan sedari dini untuk mengendalikan pengeluaran bayi dengan lebih bijak.

Berikut adalah 6 strategi menghemat pengeluaran untuk perlengkapan bayi yang bisa dicoba:

1. Sewa Perlengkapan Bayi yang Hanya Digunakan Sementara

Barang-barang besar seperti kereta dorong, car seat, atau alat sterilisasi bisa disewa untuk periode tertentu agar tak perlu membeli baru. Pastikan penyewa terpercaya dan barang dalam kondisi bersih serta aman digunakan untuk si kecil. 

2. Susun Daftar Prioritas berdasarkan Kebutuhan vs Keinginan

Buat daftar perlengkapan bayi menjadi dua kategori, sangat perlu untuk fase awal (popok, pakaian dasar, selimut) dan barang pelengkap yang bisa dibeli nanti. Dengan prioritas jelas, uang tak akan terbuang sia-sia untuk barang yang belum dibutuhkan.

3. Belanja Bertahap dan Cermat

Alih-alih membeli sekaligus banyak, belanja perlahan sesuai fase tumbuh anak agar barang tak mubazir saat ukuran tubuh bayi berubah cepat. Strategi ini membantu mengatur arus kas dengan lebih stabil.

4. Manfaatkan Barang Bekas Berkualitas & Preloved

Banyak pakaian bayi, selimut, atau mainan yang masih layak pakai bisa diperoleh second hand dengan harga jauh lebih murah. Pastikan kondisi barang baik, bersih, dan aman sebelum digunakan.

5. Pilih Produk Multifungsi dan Tahan Lama

Barang seperti stroller yang juga bisa menjadi car seat, atau tempat tidur bayi yang bisa diubah menjadi meja bermain, membantu mengurangi pembelian beragam barang. Multifungsi menjadikan investasi lebih efektif. 

6. Pantau Promo, Diskon, dan Bandingkan Harga

Selalu cek promo musiman, voucher diskon, atau cashback ketika belanja perlengkapan bayi. Bandingkan harga di beberapa toko atau platform online agar bisa membeli produk terbaik dengan harga terbaik.

Tips-tips di atas tidak menjamin pengeluaran bayi akan minimal tanpa perencanaan, tetapi setidaknya memberi panduan agar setiap rupiah digunakan secara lebih bijak. Strategi seperti menyewa barang, belanja bertahap, dan memilih barang multifungsi bisa membantu orang tua tetap tenang secara finansial tanpa mengorbankan kenyamanan bayi.

Dalam jangka panjang, kemampuan mengelola pengeluaran bayi sejak awal akan menjadi bekal baik dalam pengelolaan keuangan keluarga ke depannya. Cermat sejak awal juga mengajarkan nilai hemat dan tanggung jawab yang bisa diteladani si kecil kelak.

Mulailah dari langkah kecil mulai dari tinjau apa saja kebutuhan bayi, lakukan survei harga, dan pilih metode seperti sewa atau preloved jika memungkinkan. Dengan konsistensi dan kesadaran, pengeluaran bayi tidak harus menjadi beban besar bagi keluarga.

EDITOR: Candra Mega Sari