← Beranda
Industri Dukung Program Magang Nasional yang Digagas Presiden Prabowo, Targetkan 1 Juta Peserta dari Sektor Pertambangan
Rian AlfiantoRabu, 24 September 2025 | 13.41 WIB
Ilustrasi kegiatan pertambangan. (Istimewa)

JawaPos.com-Dalam program Paket Ekonomi 2025, pemerintah mengumumkansalah satunya adalah program permagangan. Ditujukan untuk lulusan perguruan tinggi baru atau fresh graduate, program magang yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu, akan dikerjasamakan dengan industri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, program magang tersebut di tahap awal akan menarget puluhan ribu peserta magang. Program prioritas nasional ini jug tengah difinalkan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi untuk segera dieksekusi.

Program magang nasional ini juga merupakan salah satu dari delapan program akselerasi pembangunan yang akan mulai dijalankan pada tahun ini.

Terkait program tersebut, Jaringan Nasional Penambang Indonesia (Jarnaspi 08) menyatakan dukungan penuh terhadap program magang yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk kaum milenial dan Gen-Z. Mereka menegaskan siap menampung sekaligus membiayai peserta magang dengan target ambisius mencapai satu juta orang hingga akhir 2025.

Ketua Umum Jarnaspi 08 Iwan Setiawan menyebut, program magang ini sebagai salah satu langkah strategis menjawab tantangan lapangan kerja di Indonesia. 

“Jika sukses, program ini akan memberi dampak signifikan bagi perekonomian nasional serta stabilitas sosial politik,” kata Iwan melalui keterangannya.

Saat ini, Jarnaspi menaungi 50 perusahaan tambang di sektor nikel, batu bara, tembaga, dan logam mulia. Dalam waktu dekat, jumlah tersebut diproyeksikan bertambah hingga 200 perusahaan.

Program magang tahap pertama akan dibuka akhir September 2025 dengan kuota 50 ribu peserta, yang dijadwalkan mulai aktif pada November hingga Desember tahun ini.

Peserta nantinya akan ditempatkan di delapan sektor pendukung industri pertambangan, mulai dari administrasi, perkebunan, peternakan, hingga digital branding. Rinciannya sebagai berikut:

1. Administrasi dan Perkantoran

2. Pertanian/Perkebunan

3. Peternakan

4. Perikanan

5. Makanan Olahan

6. Lingkungan

7. Pakaian dan Perlengkapan Tambang

8. Digital Branding

Jika program berjalan sesuai rencana, Jarnaspi menargetkan lebih dari 1.000 perusahaan tambang bergabung pada akhir 2025, termasuk 200 perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Dengan dukungan tersebut, kuota magang bisa diperluas hingga menjangkau satu juta peserta.

Selain fokus pada program magang, Jarnaspi juga mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat proses pendaftaran Izin Usaha Pertambangan (IUP) ke dalam sistem Minerba One Data Indonesia (MODI).

“Banyak perusahaan tambang sudah lengkap persyaratannya, tapi belum masuk ke MODI. Jika dipercepat, pemasukan negara akan meningkat,” tegas Iwan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah