JawaPos.com - Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan gajinya turun semenjak dilantik menjadi Menteri Keuangan. Menurutnya, gaji lebih kecil dibandingkan ketika masih menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Waktu dilantik jadi Menteri Keuangan, saya tanya ke Sekjen, gaji saya berapa? Begitu dijawab, saya kaget. Waduh, turun,” ungkap Purbaya dalam acara Great Lecture: Transformasi Ekonomi Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/9).
Menurutnya, gengsi memang lebih tinggi saat duduk di kursi Menkeu, tetapi dari sisi penghasilan justru kalah jauh.
Ia mengenang masa lima tahun di LPS sebagai periode yang nyaman, bahkan bisa bercanda bahwa dirinya “nganggur” lantaran tak ada bank besar yang bangkrut kala itu.
Berdasarkan regulasi, gaji pokok seorang menteri di Indonesia hanya Rp 5.040.000 per bulan. Ditambah tunjangan jabatan Rp 13.608.000, total penghasilan menteri sekitar Rp 18,6 juta per bulan.
Selain itu, ada Dana Operasional Menteri (DOM) sebesar Rp120–150 juta per bulan, rumah dinas di kompleks Widya Chandra, mobil dinas Toyota Crown 2.5 HV G Executive, dan jaminan kesehatan.
Baca Juga: 4 Zodiak Pria yang Paling Sering Tarik Ulur dalam Cinta dan Hubungan Asmara
Namun bila dibandingkan, angka tersebut masih jauh di bawah gaji Ketua Dewan Komisioner LPS yang nilainya setara dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahkan melampaui gaji Gubernur Bank Indonesia. Sebagai gambaran, pada 2015 gaji Gubernur BI tercatat mencapai Rp194,19 juta per bulan.