← Beranda
Sertifikasi Halal dan Pemasaran Digital Jadi Tantangan UMKM Hadapi Persaingan Global
Dimas Choirul• Rabu, 21 Oktober 2026 | 02.08 WIB
Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar di acara Program Sertifikasi Halal Self-Declare Gratis untuk Industri Kecil dan Menengah di Bandung pada Selasa (20/10) (Istimewa).

JawaPos.com - Pemerintah terus memperkuat ekosistem halal nasional seiring dengan semakin dekatnya implementasi kewajiban sertifikasi halal. Kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah.

Sertifikasi halal ini akan memperkuat daya saing industri nasional, memberikan kepastian dan rasa aman bagi konsumen, serta membuka peluang yang lebih besar bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar global.

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekomian hingga Oktober 2026 mencatat sekitar 4,4 juta sertifikat halal telah diterbitkan untuk 3,47 juta pelaku usaha dengan 14,68 juta produk bersertifikat halal. Sementara pengakuan melalui Mutual Recognition Agreement (MRA) telah terjalin dengan 39 negara.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan peluang yang semakin besar bagi produk halal Indonesia untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing di tingkat global.

Terkait ini, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), serta platform digital Tokopedia dan TikTokshop memfasilitasi sertifikasi halal sekaligus memperkuat kapabilitas digital 150 UMKM Jawa Barat. Ini sejalan dengan target Provinsi Jawa Barat untuk mencapai 644.116 produk tersertifikasi halal pada 2026.

“Pemberdayaan UMKM harus diwujudkan melalui langkah nyata. Kami mengapresiasi inisiatif yang menggabungkan edukasi sertifikasi halal dengan keterampilan pemasaran digital untuk membantu UMKM memenuhi ketentuan yang berlaku dan memanfaatkan peluang ekonomi digital," kata Menko PM, Muhaimin Iskandar di acara Program Sertifikasi Halal Self-Declare Gratis untuk Industri Kecil dan Menengah di Bandung pada Selasa (20/10).

 

Senada, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong industri kecil untuk berdaya saing, khususnya melalui pengurusan sertifikasi halal.

 

“Kami terus mendorong kesiapan industri kecil dan menengah melalui sosialisasi regulasi, edukasi, pendampingan teknis, dan sertifikasi halal. Kolaborasi seperti ini penting untuk membantu UMKM meningkatkan kesiapan usaha dan daya saing produk kedepannya," ungkapnya.

Sementara itu, Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Susamto, mengatakan sertifikasi halal membantu meningkatkan kepercayaan konsumen, sementara keterampilan pembuatan konten digital bisa mendorong penjualan dan membangun brand.

"Melalui program ini, kami ingin pelaku usaha dapat berjualan nyaman dengan memanfaatkan ekosistem discovery commerce untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan," kata Vonny.

 

Selain sertifikasi halal, peserta mendapat pelatihan pemasaran digital, termasuk pembuatan video pendek, sesi LIVE, dan pemanfaatan afiliasi. Makin pentingnya keterampilan ini tecermin dari pertumbuhan pesanan secara nasional melalui LIVE dan video pendek di TikTok Shop yang masing-masing mencapai 59 persen dan 135 persen.

 

EDITOR: Diar Candra