JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan koreksinya pada perdagangan Senin (14/9), setelah ditutup terkoreksi sebesar 0,73 persen ke level 6,541 pada perdagangan Jumat (12/9).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji 6,370-6,451. Adapun level support IHSG berada di 6,448, 6,318. Sementara itu, level resistance berada di 6,633 dan 6,705.
MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan Senin (14/9). Yakni PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness untuk saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Saham ADMR terkoreksi 2,74 persen ke level 1.600 dan masih didominasi tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan, posisi ADMR saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c]. Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 1.540-1.585, dengan target harga 1.710 hingga 1.765 dan stop loss di bawah 1.500.
Selanjutnya, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham INET terkoreksi 0,58 persen ke level 344 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Namun, koreksi INET tertahan oleh cluster MA20 dan MA200.
MNC Sekuritas memperkirakan, posisi INET saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C. Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 296-318, dengan target harga 366 hingga 400 dan stop loss di bawah 288.
Untuk saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness. Saham NCKL terkoreksi 1,57 persen ke level 940 dan masih didominasi tekanan jual. Koreksi saham NCKL juga telah menembus MA20.
MNC Sekuritas memperkirakan, posisi NCKL saat ini sedang berada pada bagian dari wave (B) dari wave [Y]. Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 840-910, dengan target harga 980 hingga 1.060 dan stop loss di bawah 830.
Sementara itu, saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) direkomendasikan dengan strategi Sell on Strength. Saham DSNG terkoreksi 2,40 persen ke level 1.625 dan masih didominasi tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan, posisi DSNG saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave (B) dari wave [B] pada label hitam atau awal wave [C] pada label merah. Hal tersebut berarti, DSNG masih rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang 1.400-1.585.
Investor dapat menerapkan strategi Sell on Strength pada kisaran 1.655-1.680.