JawaPos.com - Ramyeon identik dengan makanan instan tinggi kalori dan lemak. Biasanya, seporsi ramyeon kemasan mengandung lebih dari 400 kalori dengan kadar natrium tinggi. Tak heran jika banyak yang menghindarinya saat sedang menjalani program diet.
Alternatif Sehat untuk Pencinta Ramyeon
Namun, siapa sangka bahwa ramyeon juga bisa menjadi makanan diet? Yulia Baltschun, seorang influencer di bidang diet dan nutrisi, membagikan resep ramyeon sehat versinya. Dengan kandungan karbohidrat 42 gram, protein 30 gram, dan lemak 9 gram, sajian ini tetap lezat tanpa mengorbankan kesehatan.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Bahan Utama:
Alternatif Sehat untuk Pencinta Ramyeon
Namun, siapa sangka bahwa ramyeon juga bisa menjadi makanan diet? Yulia Baltschun, seorang influencer di bidang diet dan nutrisi, membagikan resep ramyeon sehat versinya. Dengan kandungan karbohidrat 42 gram, protein 30 gram, dan lemak 9 gram, sajian ini tetap lezat tanpa mengorbankan kesehatan.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Bahan Utama:
- 60 gr mie gluten-free (bisa diganti dengan shirataki, mie beras, atau mie telur biasa)
- 400 ml air
Bahan Pelengkap:
- 1 sdm kaldu ayam kampung
- 50 gr bok choy
- ½ butir telur soft-boiled
- 100 gr dada ayam
- 1 siung bawang putih, cincang
- 15 gr bawang daun, cincang
- 1 sdm gochugaru
- ½ sdt minyak wijen
- Secukupnya bawang daun untuk taburan
Cara Membuat Ramyeon Diet ala Yulia Baltschun
1. Panaskan minyak wijen dalam panci, lalu tumis bawang putih, bawang daun, dan gochugaru hingga harum.
2. Tambahkan air dan kaldu ayam kampung, lalu aduk rata dan biarkan hingga mendidih.
3. Masukkan mie pilihan dan bok choy, lalu masak selama 2-3 menit hingga matang.
4. Tuang ramyeon ke dalam mangkuk dan sajikan dengan topping telur soft-boiled, dada ayam, dan taburan bawang daun.
5. Ramyeon diet rendah kalori siap disajikan!
Ramyeon diet ini adalah solusi bagi yang ingin menikmati ramen tanpa rasa bersalah. Dengan bahan dan cara memasak yang tepat, siapa pun bisa tetap menikmati makanan favoritnya. Rasanya tetap menggugah selera, tetapi lebih bersahabat bagi tubuh.
(*)