← Beranda
Cari Peluang dan Buka Persektif Investasi, Sandiaga dan Surabaya Business Forum Kunjungi Sydney
Mohamad Nur Asikin• Senin, 21 September 2026 | 22.48 WIB
Sandiaga dan Delegasi Surabaya Business Forum Kunjungi Sydney Cari Peluang dan Buka Persektif Investasi diterima Founder dan CEO One Global, Iwan Sunito. (Istimewa).

 

JawaPos.com — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia periode 2020-2024, Sandiaga Uno bersama delegasi Surabaya Business Forum melakukan kunjungan ke Sydney, Australia sebagai bagian dari upaya membuka pelungan bisnis dan investasi di negeri Kanguru ini.

Kunjungan yang dilakukan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Sydney Business Insights & Mini Marathon yang mempertemukan komunitas bisnis Indonesia dengan berbagai perspektif mengenai bisnis, investasi, pariwisata, serta perkembangan Sydney.

Iwan Sunito, Founder dan CEO One Global berkesempatan menerima kunjungan Sandiaga Uno dan delegasi di One Global Resorts Green Square.

“Saya telah mengenal Sandiaga cukup lama, sejak beliau menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Oleh karena itu, pertemuan kali ini terasa cukup spesial. Kami tidak hanya berbicara mengenai bisnis, tetapi juga bertukar pikiran dan ide, serta melihat berbagai perkembangan dari perspektif masing-masing,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, pertemuan seperti ini menjadi semakin relevan di tengah hubungan ekonomi dan bisnis Indonesia–Australia yang terus berkembang.

“Ketika pelaku usaha dan komunitas bisnis Indonesia datang ke Sydney, mereka tentu tidak hanya melihat gedung atau properti. Mereka ingin memahami bagaimana pasar bergerak, bagaimana sebuah kota membangun infrastrukturnya, bagaimana masyarakatnya berkembang, dan di mana peluang yang mungkin bisa dikembangkan,” urainya.

Hubungan Indonesia dan Sydney juga kembali terasa secara personal ketika Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Perdagangan dan mantan Managing Director of Development Policy and Partnerships World Bank, berkunjung ke Sydney dalam rangka perjalanannya mengikuti Sydney Marathon.

Bagi Iwan Sunito, pertemuan tersebut memiliki arti khusus, lantaran keduanya telah lama bersahabat. 

“Mari adalah sahabat lama saya. Tentu menyenangkan bisa bertemu, berbincang dan bertukar pandangan dengan beliau saat berada di Sydney. Pembicaraannya pun tidak hanya mengenai bisnis, tetapi juga mengenai bagaimana Indonesia dan Australia terus berkembang dan memiliki banyak ruang untuk saling terhubung,” ungkapnya.

Bagi Iwan Sunito, tiga kunjungan di bulan September tersebut—meski dilakukan tokoh dari latar belakang yang berbeda—namun menunjukkan satu hal yang sama: Sydney masih memiliki daya tarik sebagai kota global yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan.

Menurut Iwan, daya tarik Sydney bagi investor tidak semata-mata ditentukan oleh sektor properti. Ekosistem kota secara keseluruhan—mulai dari infrastruktur, konektivitas internasional, pendidikan, pariwisata, lifestyle, hingga lingkungan bisnis—menjadi bagian dari pertimbangan seseorang melihat peluang investasi di kota pelabuhan tersebut.

“Investor saat ini tidak hanya melihat sebuah aset. Mereka juga melihat kotanya. Apakah kota tersebut memiliki konektivitas? Apakah ekonominya berkembang? Apakah orang ingin tinggal, bekerja, berbisnis dan menghabiskan waktu di sana? Semua itu menjadi bagian dari value sebuah investasi,” jelasnya.

Sebagai pengusaha kelahiran Indonesia yang telah membangun karier dan bisnis di Australia, Iwan Sunito melihat hubungan kedua negara memiliki potensi yang jauh lebih besar.

“Saya lahir di Indonesia dan membangun bisnis di Australia. Jadi ketika melihat semakin banyak orang Indonesia datang ke Sydney, saya melihatnya sebagai sebuah jembatan. Ada hubungan yang terus tumbuh antara kedua negara, bukan hanya melalui perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui people-to-people connection,” katanya.

Iwan meyakini bahwa kota-kota global seperti Sydney akan terus mengalami perubahan. Namun, kemampuan sebuah kota untuk menarik talenta, modal, wisatawan, pelaku usaha, dan investor akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing dalam jangka panjang.

“Pasar bisa naik-turun. Kondisi ekonomi juga bisa berubah. Tetapi kota yang memiliki fundamental kuat akan terus beradaptasi. Sydney memiliki ekosistem yang membuat orang ingin kembali, bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali,” katanya.

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin