← Beranda
Penjualan EV Tembus 101 Ribu Unit, Hyundai Sebut Kepercayaan Masyarakat Makin Kuat
Nanda PrayogaSelasa, 15 September 2026 | 05.25 WIB
Hyundai IONIQ 9 resmi debut di Indonesia melalui ajang GIIAS 2026. (HMID)

 

JawaPos.com - Penjualan wholesales mobil listrik atau electric vehicle (EV) mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang Januari-Agustus 2026. Bahkan, penjualan EV mencapai 101.171 unit atau meningkat 99,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya harga minyak di tengah ketegangan geopolitik, bertambahnya produsen global yang membangun fasilitas manufaktur lokal, hingga harga mobil listrik yang semakin kompetitif.

Selain itu, banyaknya model EV baru yang diperkenalkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 turut mendorong pertumbuhan pasar.

Selaras dengan ini, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto, memberikan tanggapannya terkait pertumbuhan penjualan EV.

Menurutnya, hal ini semakin menunjukan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.

"Menunjukkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, didukung oleh pilihan model yang semakin beragam, pemahaman konsumen yang meningkat, serta ekosistem EV yang terus berkembang," kata Frans saat dihubungi JawaPos.com, Senin (14/9).

Bagi Hyundai, menurutnya, melihat ekosistem yang lengkap merupakan bagian penting dalam mendorong kepercayaan konsumen. Hal ini telah diwujudkan melalui berbagai hal.

Baca Juga: Kembangkan Ekosistem EV, Pertamina Patra Niaga Ajak Produsen Mobil Listrik Bangun Charging Station

"Melalui HLI Green Power dan Hyundai Energy Indonesia (HEI), produksi kendaraan listrik secara lokal di Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), hingga mendukung pengalaman kepemilikan melalui myHyundaiCare yang mencakup layanan purna jual, jaringan dealer dan teknisi tersertifikasi, home charger, akses ke lebih dari 600 charging points, serta mobile charging 24 jam," ungkapnya.

Meski begitu, Frans tak menampik bahwa pemerataan infrastruktur masih menjadi PR bagi industri mobil listrik di Indonesia. Oleh sebab itu, hal ini harus terus diperhatikan.

"Ke depan, tantangan yang perlu terus diperhatikan adalah pemerataan infrastruktur pengisian daya dan edukasi konsumen agar adopsi kendaraan listrik dapat semakin luas dan berkelanjutan," tukasnya.

EDITOR: Estu Suryowati