JawaPos.com - Persaingan bisnis di kalangan mahasiswa dan fresh graduate semakin menunjukkan potensi besar.
Lewat proses inkubasi dan pendampingan, sejumlah usaha rintisan berhasil mengembangkan produk sekaligus strategi bisnis sebelum bersaing di babak final.
J&T Express melalui program J&T Super Seller 2026 akhirnya menetapkan tiga pemenang. Komisaris J&T Express Iwan Senjaya mengatakan program tersebut dirancang untuk memberi ruang bagi anak muda mengembangkan usaha yang sudah mereka rintis.
“Kami melihat banyak anak muda sudah berani membangun bisnis sejak masih kuliah,” terang Iwan.
Menurut dia, keberanian memulai bisnis perlu diikuti kesempatan untuk menguji strategi dan mengembangkan usaha. Karena itu, peserta mendapatkan pendampingan serta dukungan pengembangan selama mengikuti program. “Untuk tumbuh mereka membutuhkan lebih dari sekadar modal,” ujarnya.
Dari ratusan peserta yang mendaftar, 10 finalis terpilih mengikuti fase inkubasi. Masing-masing memperoleh dana pengembangan Rp 20 juta serta mentoring bersama jajaran juri dan praktisi bisnis.
Perkembangan usaha selama masa inkubasi kemudian menjadi salah satu bahan penilaian. Para peserta mempresentasikan perkembangan bisnis dan strategi pertumbuhan mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari content creator dan penulis Raditya Dika, Founder Skin Game Michella Ham, serta Iwan Senjaya.
“Perkembangan yang kami lihat hingga Grand Final hari ini menunjukkan potensi yang sangat besar,” tutur Iwan.
Hasilnya, Fisnack yang dikembangkan Moch Denta Baihaqi dari Bogor keluar sebagai Juara. Bisnis tersebut mengolah kulit ikan yang merupakan hasil samping industri fillet menjadi camilan renyah.
Produk Fisnack dikembangkan dengan karakter gurih, tidak amis, dan tidak berminyak. Meski baru berdiri pada 2024, usaha tersebut telah mengantongi sejumlah sertifikasi keamanan pangan.
Selama mengikuti fase inkubasi J&T Super Seller, Fisnack mencatat omzet hingga Rp 256 juta.
Peringkat kedua diraih Tococo Indonesia yang dikembangkan Alfito Yuro Yudistiro dari Banyumas. Bisnis tersebut mengolah kelapa menjadi produk bernilai tambah, seperti chips dan baked coconut snack.
Tococo Indonesia mengusung proses pengolahan tanpa digoreng. Produk gluten-free juga menjadi salah satu keunggulannya. Saat ini, produknya telah menjangkau lebih dari 40 toko ritel dan kesehatan di Bali serta Jakarta.
Sementara itu, Unikayo yang dirintis Laurencia De Rcho dari Padang menempati posisi ketiga. Usaha tersebut membawa produk kuliner Minangkabau dalam bentuk yang lebih praktis dan memiliki masa simpan panjang.
Unikayo menawarkan sejumlah produk, mulai bumbu rendang instan yang sudah dilengkapi santan, ready-to-eat rendang, sambal, hingga berbagai olahan khas Minang. Produk tersebut memiliki daya simpan hingga satu tahun tanpa MSG dan pengawet.
Sejak berdiri pada 2020, Unikayo juga memperluas pasar melalui keikutsertaan dalam berbagai pameran internasional.
Selain penghargaan, ketiga pemenang mendapatkan hadiah uang tunai dengan total Rp 225 juta. Juara memperoleh Rp100 juta, peringkat 2 Rp 75 juta, dan peringkat 3 Rp 50 juta.
Masing-masing pemenang juga mendapatkan tabungan usaha dari BCA senilai Rp 25 juta. Dengan demikian, total nilai hadiah dan tabungan usaha yang dibawa pulang tiga pemenang mencapai Rp 300 juta.
Iwan mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya J&T Express mendukung pertumbuhan bisnis para seller. Menurut dia, perkembangan usaha dan industri logistik memiliki hubungan yang erat.
“Pertumbuhan bisnis para seller memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan industri logistik,” ujarnya.
Karena itu, J&T Express akan terus menghadirkan layanan pengiriman dan berbagai program yang membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar.
“Kami akan terus menghadirkan berbagai inisiatif yang dapat membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas,” papar Iwan. (*)