JawaPos.com - Jumlah investor pasar modal Indonesia terus naik sepanjang 2026. Berdasarkan rilis resmi BEI, investor mencapai 30,3 juta pada 7 Agustus 2026.
Peningkatan ini sekitar 9,9 juta investor dibanding sebelumnya. Sekitar 1,4 juta dari mereka aktif bertransaksi setiap bulan. Seiring pertumbuhan ini, minat pada platform investasi juga meningkat pesat.
Direktur PT Tuntun Sekuritas Indonesia Ricki Juliandi menyebut, hingga September 2026 pengguna Tuntun capai 250.000.
Jumlah ini meningkat 10 kali lipat dari tahun 2025. Pada periode sama, transaksi melalui Tuntun juga naik 9 kali lipat dibanding 2025.
Baca Juga: Butuh Investasi Rp 8.705 Triliun di 2027, Kemenkeu Berharap ke Pasar Modal
Peningkatan ini menunjukkan Tuntun bukan sekadar akses transaksi. Aplikasi makin dipakai untuk monitoring portofolio dan pengambilan keputusan investasi harian.
"Pertumbuhan penggunaan kami menunjukkan bahwa nasabah semakin membutuhkan pengalaman investasi yang lebih informatif dan mudah dipantau," ujar Ricki Juliandi dalam keterangan tertulisnya yang dikutip pada Jumat (4/9).
Melalui versi desktop, nasabah dapat akses berbagai fitur Tuntun dengan pengalaman layar besar. Versi ini mendukung monitoring yang lebih fokus.
Fitur yang tersedia mulai dari portofolio, watchlist, informasi pasar, hingga insight relevan bagi nasabah. Selain memperkuat pengalaman, versi desktop juga perhatikan stabilitas dan keamanan.
Ricki menambahkan, pengembangan layanan digital penting agar investasi makin nyaman. Layanan diharapkan tetap aman dan relevan bagi investor pasar modal Indonesia.
Baca Juga: Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 30 Juta SID, Investor Saham 10 Juta
"Kami percaya pengalaman investasi yang baik bukan hanya soal kemudahan transaksi, tetapi juga soal kejelasan informasi dan rasa percaya. Karena itu, pengembangan Tuntun akan terus diarahkan untuk membantu nasabah mendapatkan pengalaman yang lebih informatif dan sesuai dengan kebutuhan mereka," tambah Ricki.