← Beranda
Intip Pemegang Saham Pengendali SWAP, Perusahaan Milik UGM yang IPO di Bursa
AntaraSelasa, 25 Agustus 2026 | 00.00 WIB
PT Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi Group) siap menghantarkan anak usahanya yaitu PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP) menggelar Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Perusahaan holding dan investasi Universitas Gadjah Mada (UGM) PT Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi Group) siap menghantarkan anak usahanya yaitu PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP) menggelar Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia dengan target dapat menghimpun dana Rp 45,22 miliar.

"Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya adalah Rp 45.220.000.000,” ujar Manajemen Swayasa Prakasa sebagaimana keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/8).

Melalui IPO, Swayasa Prakasa akan menawarkan maksimal 323 juta saham baru kepada publik atau mewakili maksimal 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menetapkan harga penawaran awal (bookbuilding) di kisaran Rp 130-Rp 140 per saham yang dilaksanakan pada 24-27 Agustus 2026, sehingga ditargetkan dapat menghimpun dana mencapai Rp 45,22 miliar.

Adapun, masa penawaran umum perdana saham dijadwalkan pada 2-8 September 2026, masa penjatahan saham pada 8 September 2026, serta distribusi saham pada 9 September 2026,

Kemudian, SWAP ditargetkan resmi mencatatkan saham perdana atau melantai di pasar modal Indonesia pada 10 September 2026.

Terkait penggunaan dana IPO, perseroan mengungkapkan sekitar Rp15,8 miliar akan dialokasikan sebagai modal kerja, yang mana akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki kualitas produk.

Kemudian, sekitar Rp 12,2 miliar akan digunakan untuk belanja modal, serta Rp 12 miliar lainnya dialokasikan untuk melunasi kewajiban kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) dan Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM). Dalam aksi IPO tersebut, Swayasa Prakasa menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Saat ini, Swayasa Prakasa menjalankan kegiatan usaha di bidang industri manufaktur produk kesehatan berbasis riset. Pengembangan bisnis perseroan dilakukan secara bertahap melalui pembentukan sejumlah unit usaha strategis.

Swayasa Prakasa didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Swayasa Prakarsa No. 09 tanggal 12 Januari 2012 dan mulai menjalankan kegiatan komersial pada 2014. Perseroan dibentuk sebagai sarana komersialisasi hasil riset UGM, sekaligus mendukung proses hilirisasi dan inovasi agar dapat dikembangkan menjadi produk industri yang kompetitif.

Dari sisi kepemilikan, perusahaan holding dan investasi UGM yaitu:

1. PT Gama Multi Usaha Mandiri menjadi pemegang saham pengendali Swayasa Prakasa dengan kepemilikan 721.898.050 saham atau 97,16 persen;

2. UGM memiliki 20.009.190 saham atau 2,693 persen;

3. PT Radio Swara Gadjah Mada menguasai 549.920 saham atau 0,074 persen; dan

4. Bondan Ardiningtyas memiliki 542.840 saham atau 0,073 persen.

EDITOR: Estu Suryowati