← Beranda
Kurangi Beban APBN untuk Pembangunan Jalan Tol, ATI Dorong Permudah investasi Swasta
Sabik Aji TaufanKamis, 13 Agustus 2026 | 07.55 WIB
Ilustrasi jalan tol. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Ketergantungan pembangunan jalan tol terhadap APBN perlu dikurangi. Investasi swasta menjadi salah satu opsi untuk meringankan beban negara.

Kepastian regulasi menjadi salah satu faktor swasta mau masuk dalam investasi jalan. Pasalnya, investasi jenis ini membutuhkan periode panjang.

Hal tersebut yang menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Penyelarasan Ekosistem Infrastruktur Jalan Tol untuk Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan. Acara ini diselenggarakan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI).

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo mengatakan, perlu kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun infrastruktur jalan tol yang berkelanjutan. Oleh karena itu, butuh adanya sarana yang menghubungkan antara investasi dengan pasar.

Baca Juga: NU-HAC Perkuat Kiprah Global, Dampingi Produsen Resin Plastik Thailand Raih Sertifikasi Halal

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol, dunia usaha, asosiasi, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam arah yang sama,” ujar Dody, Rabu (12/8).

Pada kesempatan yang sama, Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri mengatakan, APBN telah dibenani untuk pembangunan infrastruktur. Keterlibatan swasta dalam kondisi akan membuat kondisi semakin membaik.

“Untuk menarik minat dan partisipasi swasta, yang dapat dilakukan adalah melakukan deregulasi, kemudahan perizinan dan yang sangat penting adalah memastikan bahwa pemerintah dan otoritas terkait senantiasa memenuhi komitmen yang telah disepakati dan mengikat dalam kontrak yang telah ditandatangani dengan pemegang konsesi," kata Chatib. 

Langkah ini penting untuk menarik banyak investasi asing, terutama kalangan asing.

Saat ini, panjang jaringan tol beroperasi melebihi 3.115 km dengan nilai akumulasi investasi yang menembus Rp 668 triliun hingga diproyeksikan mendekati Rp 1.000 triliun. Oleh karenanya industri jalan tol memegang peran vital sebagai tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. 

Ketua Umum ATI Rivan A. Purwantono menambahkan, industri jalan tol kini telah bertransformasi dari sekadar penyedia infrastruktur fisik menjadi bagian dari ekosistem transportasi dan pembangunan nasional yang berperan dalam mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan wilayah. 

"Orientasi kami di ATI adalah mewujudkan industri jalan tol yang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi, serta didukung oleh iklim investasi yang sehat dan tata kelola yang efektif," ucap Rivan.

EDITOR: Sabik Aji Taufan