← Beranda
Penjualan Ritel Juli 2026 Diproyeksi Tumbuh 0,9 Persen, Sektor Ini Jadi Penopang Utama
Djati WaluyoRabu, 12 Agustus 2026 | 23.32 WIB
Ilustrasi pasar ritel. (Pontianak Post Jawapos Group)

 

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Juli 2026 akan meningkat sebesar 0,9 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya year on year (yoy).

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) Juni 2026, BI memperkirakan IPR Juli 2026 akan tercatat sebesar 224,4 didorong oleh kenaikan penjualan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 315,5 tumbuh 1,6 persen yoy.

Selain itu, pertumbuhan positif juga terdapat pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori sebesar 156,9 atau tumbuh 10,8 persen yoy dan Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya sebesar 92,6 atau tumbuh 2,5 persen yoy)).

“Selanjutnya, kinerja penjualan eceran pada Juli 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 0,3 persen (mtm), lebih baik dibandingkan dengan Juli 2025 yang mengalami kontraksi sebesar 4,1 persen (mtm),” tulis BI dikutip Rabu (12/8).

Baca Juga: Prabowo Pilih Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Istana Sebut Rekam Jejaknya Teruji

Jika dilihat berdasarkan kelompoknya, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya tumbuh sebesar 9,5 persen mtm dan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi tumbuh sebesar 5,3n persen mtm.

“Diprakirakan meningkat dan menopang kinerja penjualan tidak terkontraksi lebih dalam seiring mulai masuknya periode sekolah pada Juli 2026,” tulisnya.

Sementara itu , Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau diperkirakan akan terkontraksi sebesar -0,9 persen mtm, serta Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi akan terkontraksi sebesar -1,8 persen mtm diprakirakan berada pada zona kontraksi sehingga menahan perbaikan kinerja penjualan secara keseluruhan.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada September 2026 diprakirakan menurun, sementara pada Desember 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026 sebesar 155,2, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Agustus 2026 sebesar 178,0.

“Sementara itu, IEH Desember 2026 diprakirakan sebesar 168,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH November 2026 sebesar 167,5,” tulisnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan