← Beranda
Menkop: Koperasi Kini Bisa Merambah ke Industri Tambang hingga CPO
Dimas ChoirulSenin, 13 Juli 2026 | 16.05 WIB
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam sambutannya di Hari Koperasi Nasional, di Jakarta, Minggu (12/7). (Istimewa).

 

JawaPos.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi kini tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, melainkan juga merambah ke berbagai sektor Industri strategis, seperti mengelola sumur minyak rakyat (idle well), tambang mineral, hingga mendirikan pabrik Crude Palm Oil (CPO). 

"Pada bulan Agustus 2026, Kemenkop siap meresmikan pabrik CPO milik KUD Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala 0,5–1 MW di Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau," kata Ferry dalam sambutannya di Hari Koperasi Nasional, Minggu (12/7).

Ferry mengatakan, saat ini sudah ada 83.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah berbadan hukum akta KDKMP. 

Selain itu, tahun ini Indonesia akan segera memiliki Undang-Undang Perkoperasian yang baru untuk menggantikan UU Nomor 25 Tahun 1992 sebagai payung hukum kokoh bagi gerakan koperasi nasional.

Baca Juga: Prabowo: TNI-Polri dan ASN Harus Digaji Layak agar Tak Memeras Rakyat dan Korupsi

Menurut Ferry, koperasi di era Presiden Prabowo Subianto ditempatkan sebagai pilar ideologis untuk menggerakkan roda ekonomi dari tingkat desa hingga sektor strategis nasional.

"Di bawah kepemimpinan Bapak (Presiden) telah mulai bangkit kembali untuk memberikan andil yang sebaik-baiknya bersama dengan badan usaha swasta dan BUMN," ujar Menkop.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Bambang Haryadi menilai titik balik ini menjadi momentum sakral setelah hampir tiga dekade gerakan koperasi kurang mendapatkan perhatian yang sepadan. 

"Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi mendapat perhatian dan menjadi program prioritas penguatan ekonomi masyarakat," kata Bambang.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan