← Beranda
Perkuat Komitmen Lingkungan, Palmco Taman 50.000 Pohon Sepanjang 2026
Mohamad Nur Asikin• Kamis, 30 April 2026 | 02.27 WIB
PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo MELAKUKAN penanaman 50.000 pohon sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis dan kelestarian lingkungan. (Istimewa).

JawaPos.com - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mentargetkan penanaman 50.000 pohon sepanjang tahun ini yang tersebar di berbagai wilayah operasional, dari Aceh hingga Kalimantan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis dan kelestarian lingkungan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa program penanaman pohon secara masif dilakukan sebagai gerakan kolektif yang melibatkan seluruh karyawan hingga ke tingkat unit terkecil. 

“Program ‘One Man One Tree’ bagian dari langkah nyata perusahaan untuk memastikan bumi tetap menjadi penopang kehidupan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan keberlanjutan di masa depan,” ujar Jatmiko.

Target 50.000 pohon pada 2026 mencerminkan keberlanjutan dan peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, PalmCo mencatat penanaman 8.750 pohon, lalu meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025. Sehingga total hingga tahun ini Perusahaan menyasar lebih dari 76 ribu pohon telah ditanam di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia. 

Baca Juga: Ide Konten dengan Fitur Horizontal Lock di Samsung Galaxy S26 Series yang Viral di Media Sosial

Menurut Jatmiko, peningkatan tersebut menunjukkan konsistensi sekaligus eskalasi komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan ekosistem. Selain aspek lingkungan, program ini juga berkaitan dengan upaya mempertahankan kinerja ESG PalmCo di tingkat global. Saat ini, perusahaan disebut berada di peringkat kedua dunia untuk kategori agrikultur. 

“Fokus kami adalah menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi serta area kritis lainnya agar tetap terkelola dengan baik,” kata Jatmiko. 

Di Kalimantan Barat, misalnya, penanaman difokuskan pada area yang rentan mengalami degradasi lahan. Ike Septiani, karyawan PTPN IV Regional V, mengatakan bahwa keterlibatan langsung karyawan memberikan rasa tanggung jawab personal terhadap lingkungan. 

“Di Kalimantan, vegetasi yang kuat diperlukan untuk menjaga struktur tanah agar tidak mudah rusak. Ini penting agar operasional perkebunan tetap selaras dengan kondisi alam,” ujarnya. 

Sementara itu, di Riau, upaya konservasi diarahkan pada perlindungan ekosistem perairan. Candra Syahroni dari PTPN IV Regional III menyebutkan bahwa penanaman dilakukan di sempadan sungai guna mencegah erosi dan menjaga kualitas air. 

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin