← Beranda
KAI Logistik Ekspansi Angkutan CPO di Sumut, Target 200 Ribu Ton per Tahun
Dhimas GinanjarRabu, 15 April 2026 | 19.28 WIB
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) ekspansi layanan angkutan CPO di Sumut. (KAI Logistik)

Ekspansi tersebut menargetkan volume angkutan lebih dari 200.000 ton per tahun. Operasionalnya dirancang melayani rata-rata dua rangkaian kereta api setiap hari.

Layanan ini sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan sistem logistik terintegrasi. KAI Logistik mengombinasikan moda kereta api dengan dukungan layanan awal hingga akhir distribusi.

Integrasi ini dilakukan melalui sinergi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai penyedia angkutan utama berbasis rel. Skema ini juga mencakup layanan first mile hingga last mile secara menyeluruh.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menekankan pentingnya peran komoditas CPO bagi perekonomian nasional. Distribusi yang andal dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga daya saing komoditas tersebut.

“Crude Palm Oil merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa negara, industri hilir, serta ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan biodiesel. Oleh karena itu, keandalan distribusi CPO, khususnya dari sentra produksi di Sumatera Utara menuju titik distribusi dan pelabuhan, menjadi aspek yang sangat penting. Melalui sinergi layanan multimoda bersama KAI, KAI Logistik berkomitmen menghadirkan solusi logistik end-to-end yang efisien, aman, dan terintegrasi guna mendukung daya saing komoditas nasional.”

Dalam implementasinya, layanan pra purna mencakup seluruh proses distribusi. Mulai dari penyediaan armada truk, pengawalan, pemuatan, hingga pembongkaran dan distribusi lanjutan.

Selain itu, proses bongkar muat juga didukung sistem pipanisasi pump di titik tertentu. Skema ini memungkinkan pengelolaan logistik menjadi lebih efisien dan aman.

“Sinergi antara KAI Logistik dan KAI dalam layanan ini menjadi bentuk nyata integrasi layanan logistik berbasis rel, di mana pelanggan tidak hanya memperoleh layanan pengangkutan, namun juga solusi rantai pasok yang menyeluruh dari titik asal hingga tujuan akhir. Pendekatan ini memperkuat posisi KAI Logistik sebagai penyedia integrated logistics solution yang mampu menjawab kebutuhan industri komoditas skala besar,” lanjut Yuskal.

Distribusi CPO ini dilayani melalui sejumlah titik stasiun di Sumatera Utara. Di antaranya Stasiun Rantau Prapat, Padang Halaban, Kisaran, Tebing Tinggi, hingga Sei Mangke, dengan titik bongkar terpusat di Stasiun Belawan.

Ekspansi ini diproyeksikan dapat mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan. Selain itu, langkah ini juga membuka peluang pengembangan rantai nilai industri CPO yang lebih luas.

KAI Logistik juga didukung pengalaman dalam menangani distribusi komoditas energi seperti BBM dan BBK. Pengalaman tersebut dinilai relevan karena memiliki karakteristik operasional serupa dengan CPO.

Perusahaan juga telah memiliki standar operasional yang ketat dalam proses pencucian tangki. Proses tersebut dilakukan melalui metode steaming dan cleaning untuk menjaga kualitas muatan.

Dari sisi perizinan, KAI Logistik telah mengantongi izin IUJP. Hal ini memastikan seluruh operasional berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Melalui sinergi dan integrasi layanan ini, KAI Logistik optimistis dapat terus mendukung kelancaran distribusi komoditas unggulan nasional sekaligus memperkuat peran transportasi berbasis rel dalam mendorong efisiensi logistik nasional,” tutup Yuskal.

EDITOR: Dhimas Ginanjar