← Beranda
Menteri Susi Beri 'Ultimatum' buat Dua BUMN, Ini Penyebabnya
Saugi RiyandiJumat, 9 Februari 2018 | 12.00 WIB
pasar ikan

Jawapos.com - Setelah men-skak mat Fadli Zon di Twitter, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memberikan 'ultimatum' kepada dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang perikanan. Apa sebabnya?


Hal ini bermula ketika Susi memberikan sambutan acara groundbreaking Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis (8/2).


Susi mengatakan selama ini hasil perikanan dalam negeri kerap dicuri oleh kapal-kapal milik asing. Saat ini, perikanan tangkap sudah bebas dari kartel.


"Sekarang perikanan tangkap hanya untuk nelayan dan kapal Indonesia saja. Ini satu terobosan yang luar biasa. Tambang sudah banyak milik orang. Yang lain sudah banyak milik orang. Laut hanya diberikan untuk Indonesia," ujarnya, Kamis (8/2).


Sebagai BUMN yang bergerak dibidang perikanan, kata Susi, sangat kelewatan jika Perindo dan Perinus tidak bergerak memanfaatkannya.


"Perindo dan Perinus harus bergerak jangan malas-malas," kata Susi.


Kapal asing saja, katanya, mencuri ikan di Laut Maluku omsetnya mencapai USD 3,5 miliar. Maka, Perindo dan Perinus dengan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah sekarang seharusnya bisa naik hasil tangkapannya.


"Kalian tidak perlu nyuri (malah) disodorin semua fasilitas (dari) negara (maka) harus naik (tangkapan ikannya). Janji ya. Kalau Perindo dan Perinus tidak bergerak kelewatan," tegas Susi.

EDITOR: Saugi Riyandi