JawaPos.com- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengincar perolehan laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun tahun ini dengan tetap mengandalkan pada penyaluran kredit sektor properti baik subsidi maupun non subsidi.
"Perekonomian tahun ini akan lebih baik dibanding tahun lalu sehingga kredit juga akan tumbuh signifikan. Kita berharap laba bisa tumbuh 20 persen dibanding realisasi laba tahun ini di angka Rp 2,61 triliun," ujar Dirut BTN Maryono kepada pers di Jakarta, Senin (14/2).
Untuk mencapai itu, sejumlah strategi telah disiapkan perseroan. Diantaranya dengan peningkatkan porsi kredit non subsidi, peningkatan dana pihak ketiga (DPK) berbunga rendah serta pengembangan kredit mikro.
"Produk kredit mikro siap kita launching akhir bulan ini. Kredit dengan pagu Rp 75 juta ini akan dikhususkan untuk rumah baru, renovasi maupun pembangunan di atas tanah kosong," imbuh Maryono.
Membaiknya perekonomian akan mendorong laju kredit BTN dengan tumbuh sebesar 23 persen. Tahun 2016, BTN berhasil membukukan pembiayaan sebesar Rp 164,4 triliun, tumbuh 18,34 persen dibanding tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp 138,9 triliun.
Komposisi kredit properti baik subsidi maupun non subsidi mencapai Rp 147,9 triliun atau 89,97 persen dari total kredit BTN yang mencapai 164,4 triliun. Kredit properti sepanjang 2016 tumbuh 18,43 persen dari capaian tahun 2015 yang mencapai Rp 124,9 triliun.(nas/JPG)