JawaPos.com - Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) Pdt. Dr. Alexander Zeth Rondonuwu, M. Teol memberikan dukungan moral untuk Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah Prof. Dr. KH Zainal Abidin, M.Ag yang sedang dijalani proses hukum.
Menurut dia, Prof. Dr. KH Zainal Abidin sebagai tokoh yang selalu memperjuangkan keharmonisan, toleransi, kedamaian di Sulawesi Tengah.
”Persoalan yang dihadapi Pak Prof bukan cuma persoalan pribadi, tetapi persoalan kemanusiaan, persoalan kerukunan di Sulawesi Tengah. Pak Prof tidak sendirian,” ujar Pdt. Dr. Alexander Zeth Rondonuwu dikutip dari Radar Palu.
Baca Juga: Bisa Pantau Nilai hingga UKT, UMJ Gandeng Orang Tua Mahasiswa Baru
”Pak Prof sudah melakukan yang baik untuk masyarakat Sulawesi Tengah, didukung seluruh masyarakat. Gereja-gereja memberi support kepada Pak Prof untuk terus memperjuangkan kedamaian, toleransi, dan moderasi beragama di Sulawesi Tengah,” tegas dia.
Pdt Alexander mengaku heran dan prihatin terhadap sikap segelintir pihak yang justru menolak dan menentang gagasan dakwah moderasi yang selama ini diperjuangkan Prof Zainal.
Padahal, rekam jejak menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah sangat beruntung memiliki figur ulama berkaliber nasional yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat tatanan kebangsaan.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Jadi Pusat Kegiatan Ekonomi, Buka Akses Pasar Produk Lokal Papua
Menurut dia, kehadiran Prof Zainal bersama para tokoh keagamaan lainnya yang peduli kerukunan adalah aset penting daerah untuk mengantisipasi serta meredam potensi gesekan antarkelompok yang dapat timbul kapan saja.
”Mereka yang menolak dakwah sejuk ini secara tidak langsung merupakan pihak-pihak yang menghendaki terjadinya kekacauan dan konflik di tengah Masyarakat,” tandas Pdt. Alexander Zeth Rondonuwu.
Dia menyoroti ancaman masa depan jika ikhtiar para pencerah bangsa seperti Prof Zainal terus dihalangi.
”Jika figur sekaliber Profesor Zainal saja dihambat dalam menyampaikan ajaran kebaikan dan toleransi, iklim kerukunan di Sulawesi Tengah terancam memasuki masa-masa suram,” ucap Pdt. Dr. Alexander Zeth Rondonuwu.
Menurut dia, para pejuang moderasi beragama merasa terintimidasi sementara kelompok intoleran kian berani menampakkan diri.
”Tindakan yang menghalangi suatu kebaikan itu adalah bentuk dari kejahatan. Kalau dia menghambat dari perbuatan baik, itu dia melakukan tindakan yang menyimpang dari kebaikan itu dan kebenaran itu,” terang Pdt. Dr. Alexander Zeth Rondonuwu.
Baca Juga: Atria Wedding Fair 2026 Hadirkan Solusi Praktis Pernikahan Impian, Tradisional hingga Modern
”Profesor Zainal Abidin menyampaikan kebaikan untuk semua orang, dia itu bukan merendahkan suatu agama, justru mengangkat derajat kita semua,” ungkap dia.
”Itu supaya sebagai umat beragama itu hidup kita itu baik, hidup kita berdamai, hidup kita itu baku sayang. Itu kan konsepnya,” sambung Pdt. Dr. Alexander Zeth Rondonuwu.
Dia menambahkan, orang yang menentang ini berarti menentang perdamaian, menentang kebaikan, menentang kesetaraan.
Baca Juga: Siapkan Program UMKM hingga Perlindungan Perempuan dan Anak, PP P3B Kembali Aktif
”Jadi orang atau tindakan yang melawan kebaikan, melawan kebenaran adalah pelaku kejahatan itu sesungguhnya,” Beber Pdt Alexander.