JawaPos.com - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Selasa (29/9). Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terekam terjadi tepat pukul 07.41 WIB dengan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak.
Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) Semeru, Mukdas Sofian melaporkan, tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong mengarah ke arah timur," ujar Mukdas Sofian dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Adhyaksa FC Bekasi Tumbang dari PSMS Medan, Widyantoro Akui Perlu Evaluasi
Aktivitas erupsi Gunung Semeru ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi erupsi berlangsung selama 125 detik.
Menyikapi peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, tepatnya di sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak 13 kilometer, masyarakat diminta tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Imbauan ini dimaksudkan untuk menghindari potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar. Selain itu, warga juga diimbau mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak.