← Beranda
Galodo di Solok Sumbar: 2 Korban Masih Hilang, 4 Orang Lainnya Luka-Luka
Syahrul YunizarSelasa, 22 September 2026 | 23.37 WIB
Material banjir bandang berupa lumpur menutupi halaman masjid di sekitar kompleks perkantoran bupati Solok, Sumatera Barat. (dok. warga via Antara)

 

JawaPos.com - Banjir bandang yang terjadi di wilayah Solok, Sumatera Barat (Sumbar), menyebabkan 2 orang hilang dan 4 orang lainnya luka-luka. Sebanyak 100 rumah warga terdampak, 10 kantor pemerintahan rusak, serta 50 korban mengungsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa galodo terjadi sekitar pukul 20.00 WIB akibat hujan dengan intensitas sangat tinggi pada Senin malam (21/9).

”Saat ini ada 2 korban yang belum ditemukan, 1 luka berat, dan 3 luka ringan. Sementara untuk pengungsi ada 50 warga dan ada 100 rumah yang terdampak,” kata dia Berton pada Selasa (22/9).

Tidak hanya itu, Berton menyatakan bahwa 10 kantor pemerintah terdampak hingga rusak dan 3 kendaraan bermotor milik warga yang juga terdampak galodo. Kemudian 1 jembatan putus. Namun demikian, sejauh ini jembatan tersebut sudah dapat dilalui secara darurat.

Baca Juga: Status Manajer Kopdes Merah Putih Bukan Pegawai BUMN, Tapi Biaya Ditanggung Negara

”Pendataan dampak masih tetap berlangsung. Kemudian Tim SAR sudah menyusur sungai dan tim gabungan sudah melakukan pembersihan lumpur,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, laporan awal yang diterima oleh petugas di lapangan, bangunan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Solok menjadi bagian pertama yang terimbas hantaman galodo tersebut.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Nopelius, sebelum terjadi bencana, BPBD Solok sudah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mengintai akibat curah hujan tinggi.

Merespons kondisi darurat tersebut, BPBD Solok bersama TNI, Polri, Damkar Kabupaten Solok, dan warga sekitar langsung melakukan evakuasi darurat dan upaya penyelamatan. Penanganan masih difokuskan pada upaya penyelamatan korban.

BPBD Solok meminta masyarakat untuk tetap waspada, menjauhi aliran sungai serta lokasi-lokasi yang berpotensi bahaya, dan senantiasa mengikuti arahan petugas yang bertugas di lapangan. Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok Zulhelmi Bosy membenarkan, galodo menerjang kantor bupati.

”Iya betul telah terjadi banjir bandang di Kantor Bupati Solok. Kami menuju ke lokasi dari Koto Baru untuk melakukan evakuasi,” jelas dia.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan