← Beranda
Anak Makin Dekat dengan Layar, Field Trip Jadi Cara Belajar Lewat Pengalaman Langsung
Abdul RahmanSabtu, 19 September 2026 | 06.45 WIB
Field trip jadi cara belajar anak lewat pengalaman langsung. (istimewa)

 

JawaPos.com - Kegiatan anak kini semakin lekat dengan perangkat digital. Waktu bermain, mencari informasi, hingga menikmati hiburan dapat dilakukan melalui layar. Kondisi ini membuat pengalaman belajar secara langsung menjadi semakin penting untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk bergerak, berinteraksi, dan mencoba hal-hal baru.

Salah satu bentuk kegiatan yang dapat menghadirkan pengalaman tersebut adalah field trip. Jika dirancang dengan aktivitas yang sesuai usia, kunjungan sekolah tidak hanya menjadi agenda rekreasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses belajar di luar kelas.

Konsep itu dihadirkan melalui program field trip di Happy Holy Kids Land yang ditujukan bagi anak untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD).

Program tersebut menggabungkan unsur edukasi dan hiburan atau edutainment. Anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi diajak terlibat dalam berbagai aktivitas yang mendorong kreativitas, ekspresi diri, gerak tubuh, serta interaksi bersama teman-teman sebayanya.

Baca Juga: Parung Panjang Akhirnya Turun Hujan Setelah Kemarau Panjang, Berikut Doa saat Hujan

Sejumlah aktivitas yang tersedia antara lain Musical Theater, Puppet Show, Vocal Studio, Fantasy Frame, Art Class, Play Hub hingga Kuma Oasis.

Melalui Musical Theater dan Puppet Show, anak diperkenalkan pada seni pertunjukan dengan cara yang lebih interaktif. Mereka dapat mengikuti cerita sekaligus mendapatkan pengalaman berada dalam lingkungan yang berbeda dari rutinitas pembelajaran di sekolah.

Sementara itu, Vocal Studio memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi melalui suara. Aktivitas seperti Art Class juga membuka kesempatan bagi mereka untuk menghasilkan karya sekaligus mengenal proses kreatif melalui praktik secara langsung.

Aktivitas bermain dan eksplorasi juga menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Anak dapat bergerak, mencoba berbagai kegiatan dan berinteraksi dengan teman-temannya dalam suasana yang lebih santai.

Direktur Happy Holy Kids Land, Tomomimi Sutomo, mengatakan pengalaman langsung dapat memberikan ruang bagi anak untuk mencoba sekaligus mengekspresikan diri.

“Kami ingin field trip menjadi pengalaman yang benar-benar berkesan bagi anak. Mereka bisa bermain, bereksplorasi, berkarya, sekaligus belajar tanpa merasa sedang berada dalam suasana belajar yang formal,” ujarnya.

Setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Karena itu, kesempatan untuk mencoba berbagai aktivitas menjadi salah satu cara agar anak dapat mengenali minat dan kemampuan yang dimilikinya.

“Kami percaya setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk mencoba, berekspresi, dan menemukan hal-hal baru melalui kegiatan yang menyenangkan,” katanya.

Belajar Tidak Selalu di Ruang Kelas

Field trip pada dasarnya memberikan kesempatan kepada anak untuk memperoleh pengalaman belajar melalui lingkungan dan aktivitas yang berbeda dari pembelajaran rutin di sekolah.

Ketika anak mengikuti permainan kelompok, misalnya, mereka tidak hanya melakukan aktivitas fisik. Ada proses komunikasi, mengikuti aturan, menunggu giliran dan bekerja sama dengan teman yang berlangsung secara bersamaan.

Begitu pula ketika anak mengikuti kegiatan seni. Selain menghasilkan sebuah karya, mereka memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan, menuangkan ide dan mengekspresikan diri.

Pengalaman seperti ini menjadi salah satu alasan kegiatan luar kelas masih relevan di tengah perkembangan teknologi. Perangkat digital memang dapat menjadi bagian dari proses belajar, tetapi interaksi langsung tetap memberikan pengalaman yang berbeda.

Bagi sekolah, field trip juga dapat menjadi sarana untuk menghadirkan pembelajaran dengan pendekatan yang lebih variatif. Materi yang sebelumnya diperoleh melalui penjelasan di kelas dapat diperkaya dengan pengalaman melihat, mencoba dan berinteraksi secara langsung.

Pada akhirnya, field trip tidak harus dipandang sebatas kegiatan keluar sekolah. Dengan perencanaan aktivitas yang tepat, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi anak untuk belajar melalui pengalaman, mengembangkan kreativitas, melatih interaksi sosial dan menemukan ketertarikan baru.

Baca Juga: Betrand Peto Dipastikan Dipanggil Penyidik Terkait Dugaan Kekerasan Seksual Laporan ANW

Di tengah keseharian anak yang semakin dekat dengan dunia digital, pengalaman bermain dan belajar secara langsung menjadi salah satu bentuk aktivitas yang dapat melengkapi proses tumbuh kembang mereka.

EDITOR: Abdul Rahman