← Beranda
Resmikan Balai Latihan PTBI, Kapolri Tekankan Keterbukaan dan Persatuan Antarperguruan Silat
Dhimas GinanjarSabtu, 19 September 2026 | 02.56 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI), Jumat (18/9). (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta Balai Latihan Seni Silat Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) menjadi ruang bersama bagi seluruh perguruan silat dan masyarakat.

Balai latihan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pembinaan pencak silat, pengembangan seni budaya, pelestarian kearifan lokal, dan mempererat silaturahmi.

Pesan itu disampaikan Kapolri dalam Peresmian Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia, Jumat (18/9/2026).

Kapolri mengapresiasi inisiatif PTBI membangun balai latihan sebagai wadah pembinaan. Namun, ia meminta fasilitas tersebut dapat digunakan bersama oleh seluruh peguron atau perguruan silat di Banten.

“Pesanggrahan ini tidak hanya untuk PTBI sendiri, tetapi juga semua peguron boleh untuk menggunakan tempat ini dan masyarakat pun juga boleh menggunakan, termasuk berbagai macam kearifan lokal dan seni budaya yang ada,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, pesanggrahan memiliki makna lebih luas daripada sekadar tempat berlatih bela diri.

Tempat tersebut harus menjadi ruang belajar, berdiskusi, berkumpul, dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

“Namanya pesanggrahan itu tempat belajar, tempat diskusi, tempat kita ngariung untuk bersama-sama menyelesaikan suatu persoalan,” kata Kapolri.

Kapolri berharap balai latihan tersebut dapat memperkuat persaudaraan antarpesilat dan antarperguruan.

Persatuan dinilai menjadi modal penting untuk menjaga dan mengembangkan pencak silat Tjimande serta seni budaya Banten lainnya.

Kapolri juga mengingatkan para pimpinan peguron agar menjaga kekompakan dan soliditas.

Menurutnya, para pesilat memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan seni budaya Banten agar semakin dikenal secara luas.

Selain menjadi pusat pembinaan seni dan budaya, pesanggrahan diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter.

Para pesilat diharapkan tumbuh sebagai pendekar yang menjunjung keberanian, membela kebenaran, melindungi yang lemah, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Kapolri menilai nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Karena itu, ia mengajak seluruh jawara dan perguruan silat bersinergi dengan Polri untuk menjaga situasi kamtibmas di Banten.

Ke depan, Kapolri juga mendorong pembangunan tempat pembinaan serupa di setiap kabupaten.

Dengan langkah tersebut, kegiatan pelatihan, diskusi, pelestarian budaya, dan penguatan persatuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Melalui keterbukaan dan kebersamaan, Pesanggrahan Tjimande diharapkan menjadi rumah besar bagi para pesilat, pelaku seni, dan masyarakat.

Tempat tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk merawat kebudayaan serta membangun Banten yang aman dan harmonis.

EDITOR: Dhimas Ginanjar