← Beranda
Kapolri Ajak Jawara Banten Jadi Bagian Sabuk Kamtibmas dan Berantas Penyakit Masyarakat
Dhimas GinanjarSabtu, 19 September 2026 | 01.39 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI), Jumat (18/9). (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak para jawara dan perguruan silat di Banten menjadi bagian dari sabuk keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolri mendorong sinergi dengan Polri untuk menjaga keamanan, memberantas penyakit masyarakat, dan melindungi warga.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat sekaligus memperingati Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI), Jumat (18/9/2026).

Kapolri menegaskan, jawara dan pendekar memiliki peran penting di tengah masyarakat.

Kemampuan bela diri yang dimiliki harus digunakan untuk membela kebenaran, melindungi kelompok yang lemah, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

“Yang namanya pendekar, yang namanya jawara selalu membela kebenaran, membela yang lemah, dan tentunya bersama-sama dengan Polri kita titip untuk sama-sama menjaga kamtibmas, sama-sama memberantas penyakit masyarakat, dan sama-sama kita jaga wilayah Banten,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, sinergi antara Polri dan para jawara menjadi kekuatan penting untuk menjaga Banten tetap aman dan kondusif.

Kerja sama tersebut perlu didukung kekompakan dan soliditas seluruh perguruan silat.

Kapolri mengingatkan, pencak silat Tjimande dan seni budaya debus merupakan kekhasan Banten yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan.

Pelestarian budaya tersebut menjadi tanggung jawab bersama para pimpinan perguruan dan seluruh pesilat agar nilainya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Kapolri juga mendorong agar keberadaan padepokan dan balai latihan tidak hanya terpusat di satu tempat.

Ia meminta setiap kabupaten di Banten memiliki tempat pembinaan serupa agar seni budaya, kearifan lokal, dan tradisi pencak silat terus dilatih serta dikembangkan.

“Jadi saya minta nanti di setiap kabupaten didirikan hal seperti ini sehingga kemudian semua budaya yang ada di Banten bisa dijaga, dilatih, dan dilestarikan,” kata Kapolri.

Kapolri menjelaskan, pesanggrahan bukan sekadar tempat latihan bela diri.

Tempat tersebut harus menjadi ruang belajar, berdiskusi, mempererat silaturahmi, dan menyelesaikan persoalan bersama melalui semangat kebersamaan.

Balai Latihan Seni Silat PTBI diharapkan terbuka bagi seluruh perguruan silat dan masyarakat, bukan hanya anggota PTBI.

Selain menjadi tempat pembinaan pencak silat, balai tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya dan pelestarian berbagai kearifan lokal Banten.

Kapolri berharap para jawara dan perguruan silat terus menjaga persatuan dalam mengembangkan pencak silat Tjimande dan debus hingga tingkat nasional.

Jika dikelola dengan baik, kekayaan budaya tersebut tidak hanya memperkuat identitas Banten, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Ini menjadi sumber kekuatan yang tentunya apabila kita kelola dengan baik, tidak hanya sekadar budaya saja, tetapi juga bisa kita kembangkan dan perkenalkan,” pungkas Kapolri.

EDITOR: Dhimas Ginanjar