← Beranda
Percikan Las Sebabkan Kebakaran Hebat di Pabrik Sepatu Mojokerto
Dadang KurniaJumat, 18 September 2026 | 20.15 WIB
Pemadam Kebakaran melakukan pemadaman api di bagian gudang PT Esa Kalen Jaya, Jalan Brawijaya, Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Kamis (17/9). (Dok Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

JawaPos.com - Insiden kebakaran hebat melanda area gudang pabrik alas kaki PT Esa Kalen Jaya di Jalan Brawijaya, Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (17/9). Dikutip dari Radar Mojokerto amukan si jago merah itu terjadi tepat saat jam kerja, Situasi itu sontak membuat para karyawan panik dan berhamburan keluar pabrik untuk menyelamatkan diri.

 

Penyebab kebakaran diduga kuat bermula dari percikan api alat las yang menyambar tumpukan bahan baku spons di lantai dua gedung tersebut. Karyawan pabrik, Unying (25), menceritakan detik-detik menegangkan saat api mulai membesar pada pukul 10.00 WIB. Saat itu, mayoritas pekerja tengah sibuk beraktivitas di area produksi lantai satu.

 

"Tiba-tiba ada kobaran api dari lantai dua yang memang digunakan sebagai gudang bahan baku. Percikannya kena spons, jadi langsung merambat cepat ke bahan-bahan yang lain," ungkap Unying saat ditemui di lokasi kejadian.

 

Keterangan senada disampaikan oleh Ratih (50), karyawan pabrik lainnya. Ia menyebutkan bahwa saat kejadian berlangsung, memang sedang ada pengerjaan renovasi bangunan di lantai dua.

 

Pekerjaan tersebut salah satunya melibatkan proses pengelasan. Nahas, percikan api las terjatuh dan mengenai material spons yang sangat mudah terbakar. "Apinya dari lantai atas karena ada renovasi. Langsung membesar apinya, padahal saat itu masih jam kerja," tuturnya.

 

Melihat kepulan asap tebal dan api yang membesar, Ratih menyebut seluruh pekerja refleks berlarian ke luar gedung. Ia memastikan seluruh rekan kerjanya berhasil dievakuasi dari area pabrik dengan selamat.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, membenarkan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini."Begitu ada kebakaran, semua karyawan bisa dievakuasi ke tempat yang aman," tegas Rinaldi.

 

Guna menjinakkan kobaran api yang telanjur membesar, sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan satu unit water cannon langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

 

Rinaldi mengakui, petugas Damkar sempat menemui kendala di lapangan karena material yang terbakar merupakan bahan yang sangat mudah menyala dan sulit dipadamkan seketika.

 

EDITOR: Diar Candra