JawaPos.com - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penembakan sopir Aris Sanda.
Sejumlah barang bukti penting didapatkan polisi dari lokasi tersebutuntuk penyelidikan lanjutan .
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menyampaikan bahwa olah TKP dilakukan bersama-sama.
Satgas Operasi Damai Cartenz, Polres Jayawijaya, Brimob Polda Papua, dan Satgas Koops TNI Habema bekerja sama untuk mengungkap pelaku penembakan.
Baca Juga: TNI Perkuat Pengamanan Jalur Trans Wamena Pasca Penembakan Aris Sanda oleh OPM
”Tim menemukan kendaraan yang dilaporkan berada di bibir jurang dengan kedalaman sekitar 13 meter dari bahu jalan dalam kondisi hangus terbakar. Di dalam kendaraan juga ditemukan korban dengan keadaan hangus terbakar,” kata dia pada Kamis (17/9).
Temuan itu pertama kali dilaporkan oleh Koops TNI Habema yang melaksanakan pergantian penyisiran pada Rabu (16/9).
Menurut Yusuf, pada Selasa malam (15/9), pihaknya juga sudah melakukan penyisiran namun tidak mendapati banyak temuan.
”Pada malam hari kami lakukan penyisiran. Namun karena kabut tebal, kami belum menemukan posisi dari kendaraan tersebut. Yang kami temukan hanya sisa-sisa barang milik para penumpang yang tertinggal,” terang dia.
Pasca mendapat laporan dari Koops TNI Habema, polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan perimeter di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga: Koops TNI Habema Temukan Jenazah dan Mobil Aris Sanda di Jalan Trans Wamena
”Saat olah TKP, ditemukan jenazah korban dalam kondisi hangus terbakar. Beberapa bagian tubuh korban mengalami karbonisasi. Selain itu, ditemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta satu buah tas yang berisi identitas korban,” terang dia.
Usai olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan visum luar oleh dokter dan tenaga medis. Kemudian jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Terkait dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam aksi penembakan terhadap korban, Yusuf menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap informasi yang diperoleh di lapangan.
Salah satu informasi yang sedang didalami mengarah pada kelompok Kodap III Ndugama yang disebut berada di sekitar lokasi kejadian.
Kelompok itu bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Baca Juga: Satgas Damai Cartenz Kirim Tim ke Lokasi Penembakan Sopir di Jalur Trans Wamena-Nduga
”Memang ada informasi yang mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi, namun informasi tersebut masih harus kami dalami dan verifikasi lebih lanjut,” imbuhnya.