JawaPos.com - Penutupan operasional penerbangan di Bandara Wunopito (WATW), Lewoleba, Nusa Tenggara Timur, resmi diperpanjang akibat sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok.
Penghentian sementara aktivitas penerbangan ini dipastikan berlangsung hingga Jumat (18/9) besok
Langkah mitigasi ini diambil demi menjamin keselamatan penerbangan di wilayah ruang udara NTT yang terdampak erupsi.
Baca Juga: Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menuturkan, penyesuaian operasional ini merujuk pada NOTAM C1188/26 yang meneruskan pembatasan ruang udara dari dokumen terdahulu, NOTAM C1184/26.
Penutupan tersebut mulai berlaku sejak Kamis (17/9) pukul 07.23 WITA hingga setidaknya Jumat (18/9) pukul 07.00 WITA.
"Berdasarkan NOTAM C1188/26, bandara tersebut ditutup mulai 17 September 2026 pukul 07.23 WITA hingga diperkirakan 18 September 2026 pukul 07.00 WITA akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok," ujarnya, Kamis (17/9).
AirNav secara resmi menetapkan status pergerakan pesawat di Bandara Wunopito sebagai "AD CLSD DUE TO LEWOTOLOK VOLCANIC ASH" atau penutupan aerodrom akibat paparan abu vulkanik.
Baca Juga: IHSG Merosot, MNC Sekuritas Sarankan Trading Buy AMMN dan PGEO
Hermana memastikan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap dinamika ruang udara di sekitar kawasan Gunung Lewotolok.
Prosedur pembaruan informasi operasional akan terus diperbarui secara berkala menyesuaikan dengan tingkat ancaman aktivitas vulkanik di lapangan.
"AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan informasi penerbangan terkait aktivitas Gunung Lewotolok. Pembaruan operasional akan disampaikan melalui penerbitan NOTAM sesuai perkembangan kondisi dan kebutuhan keselamatan penerbangan," ujar Hermana.
Langkah darurat ini ditempuh guna memastikan seluruh penerbangan komersial maupun perintis yang melintasi NTT terhindar dari risiko bahaya abu vulkanik pada mesin pesawat.