← Beranda
Diburu Link Video Viral 21 Detik Oknum Kepsek dan Guru SD Pekalongan yang Mesum di Pekalongan
Bintang PradewoRabu, 16 September 2026 | 16.59 WIB
Oknum kepala sekolah (kepsek) dan guru pada salah satu SD di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah berbuat tindakan asusila di lingkungan sekolah. (Metro Pekalongan)

JawaPos.com - Video yang melibatkan seorang kepala sekolah dan guru SD di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tengah berhubungan intim menjadi viral di media sosial dan memicu pencarian tautan rekaman oleh warganet.

Dikutip Pontianak Post (Jawa Pos Group), ramainya pencarian video tersebut juga memunculkan risiko penyebaran tautan palsu yang dapat digunakan untuk mengarahkan pengguna ke situs tidak terpercaya.

Informasi mengenai kasus tersebut sebelumnya dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, yang menyatakan peristiwa itu telah ditangani secara kedinasan.

Baca Juga: Carlo Armiento Koleksi 15 Assist! Winger Baru Garudayaksa FC Tebar Ancaman ke Persebaya Surabaya

Menurut keterangan Kholid yang dikutip Metro Pekalongan (jaringan Pontianak Post), pihak Dindikbud telah melakukan penelusuran dan klarifikasi sebelum mengambil tindakan terhadap kedua oknum.

Link Video Ramai Dicari di Media Sosial

Pencarian tautan video ramai muncul melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi percakapan setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik seperti di platform X, TikTok, Facebook dan lainnya.

Baca Juga: Profil Betrand Peto, Penyanyi yang Dikaitkan dengan Dugaan Kekerasan Seksual

Warganet umumnya membagikan kata kunci, potongan informasi, tangkapan layar, hingga klaim memiliki akses terhadap rekaman asli.

Namun, tidak semua tautan yang beredar benar-benar mengarah pada informasi atau sumber yang dapat dipercaya.

Sebagian tautan berpotensi digunakan sebagai jebakan untuk mengarahkan pengguna ke situs penuh iklan, halaman mencurigakan, atau permintaan data pribadi.

Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap pesan yang menjanjikan akses ke "video lengkap" dengan syarat mengisi formulir atau mengunduh aplikasi tertentu.

Tautan semacam itu dapat menjadi berbahaya apabila meminta nomor telepon, kata sandi, kode verifikasi, atau data pribadi lainnya.

Karena itu, pengguna media sosial disarankan tidak sembarangan mengklik tautan yang dibagikan akun tidak dikenal.

Waspadai Tautan Palsu dan Modus Penipuan

Fenomena viral sering dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menarik perhatian pengguna internet.

Baca Juga: Ramalan Keuangan Zodiak Libra Rabu, 16 September 2026: Seimbangkan Pengeluaran dan Tabungan

Judul sensasional seperti "link video asli", "video lengkap tanpa sensor", atau "tautan terbaru" kerap digunakan untuk meningkatkan jumlah klik.

Pengguna yang membuka tautan palsu dapat diarahkan ke halaman yang memasang iklan berlebihan atau meminta izin akses perangkat.

Risiko lainnya adalah pengguna diminta mengunduh berkas atau aplikasi yang sumbernya tidak jelas.

Untuk mengurangi risiko, pengguna sebaiknya hanya mencari informasi perkembangan kasus melalui media kredibel dan sumber resmi.

Pengguna juga perlu menghindari memasukkan data pribadi ke situs yang tidak dikenal hanya karena tergiur akses terhadap konten yang sedang viral.

Apabila sebuah tautan meminta kode OTP atau verifikasi akun, pengguna sebaiknya langsung menutup halaman tersebut.

Kronologi Singkat Video Viral Pekalongan

Kasus tersebut bermula dari beredarnya rekaman CCTV berdurasi sekitar 21 detik yang memperlihatkan dugaan tindakan tidak pantas antara seorang kepala sekolah dan guru di salah satu SD wilayah Langkap, Kecamatan Kedungwuni.

Menurut Metro Pekalongan, kamera pengawas tersebut disebut dipasang secara tersembunyi atas inisiatif tertentu dan bukan merupakan aset resmi sekolah.

Baca Juga: Ramalan Keuangan Zodiak Scorpio Rabu, 16 September 2026: Manfaatkan Peluang dengan Cermat

Kholid mengatakan hubungan pribadi kedua oknum yang masing-masing telah berkeluarga sebelumnya sudah menjadi pembicaraan di lingkungan sekolah.

Rekaman dari kamera tersebut kemudian menyebar dan menjadi perhatian publik di media sosial.

Dindikbud Kabupaten Pekalongan selanjutnya melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi dan rekaman yang beredar.

"Begitu sudah kami pastikan kebenaran video tersebut, langsung kami eksekusi dan kami tangani secara kedinasan atau kepegawaian," kata Kholid.

EDITOR: Bintang Pradewo