← Beranda
BPBD Jatim Pastikan Karhutla Gunung Lawu Padam, 2 Hektare Lahan Hangus
Dadang KurniaRabu, 16 September 2026 | 15.43 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Jawa Timur. (BPBD JawaTimur)

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan lereng Gunung Lawu di perbatasan Kabupaten Magetan dan Ngawi, Jawa Timur, dipastikan sudah padam.

Meski Demikian, sedikitnya dua hektare lahan di kawasan tersebut telanjur hangus dilalap si jago merah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur sempat mengonfirmasi munculnya titik api pada Senin (14/9) pagi.

Kobaran api dilaporkan melahap area hutan di wilayah perbatasan Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi.

Baca Juga: Karhutla Gunung Buthak dan Kawinajang Hanguskan 800 Hektare Lahan

Titik api terdeteksi berada di kawasan Petak 50 dan Petak 44 RPH Jabung, perbatasan antara Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan dengan Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno memastikan, tim gabungan telah bergerak cepat untuk mengendalikan situasi. Dengan demikian, pada Selasa (15/9), titik api sudah tidak terpantau lagi.

"Saat ini wilayah Gunung Lawu, Kabupaten Magetan tidak terpantau adanya titik api," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (16/9).

Satriyo memastikan, insiden kebakaran hutan ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Meski demikian, si jago merah sempat menghanguskan lahan dengan luasan area terdampak diperkirakan sekitar 2 hektare.

Baca Juga: Gibran Tangani MBG dan Karhutla saat Prabowo di Luar Negeri, Pengamat: Bukti Dia Bisa Kerja

Untuk mencegah api menjalar lebih luas dan menimbulkan bencana yang lebih besar di kawasan Gunung Lawu, tim gabungan membuat ilaran atau sekat bakar di sekitar area perbatasan Magetan-Ngawi.

Selain itu, penyisiran dan pemadaman sisa-sisa bara api (mopping-up) terus dilakukan untuk memastikan api benar-benar mati dan tidak kembali menyala akibat tertiup angin.

"Personel BPBD Jatim, BPBD Magetan juga melakukan asesmen dan koordinasi dengan perangkat desa setempat," kata Satriyo.

 

EDITOR: Bayu Putra