← Beranda
Perluas Akses Konten Digital, Pemprov Jateng Bangun Ekosistem Literasi dengan Teknologi
Sabik Aji TaufanRabu, 16 September 2026 | 04.05 WIB
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah bersama Educa Studio meningkatkan akses buku secara digital. (Istimewa)
 
JawaPos.com - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah meningkatkan akses konten digital. Langkah ini bertujuan untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.
 
Kali ini kerja sama dengan Educa Studio dilakukan guna mendukung pengembangan literasi dan keterampilan digital. Dari kerja sama ini akan dijalankan sejumlah program yang mencakup perluasan akses terhadap konten digital.
 
Lalu penyelenggaraan lomba kreasi berbasis kearifan lokal, pelatihan keterampilan digital, penguatan literasi masyarakat, hingga pelestarian dan penyebarluasan arsip sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat Jawa Tengah.
 
CEO Educa Group, Andi Taru mengatakan, dengan kolaborasi diharapkan bisa mempermudah akses terhadap pembelajaran. Sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
 
Baca Juga: Catat! Daftar 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama 2027 
 
"Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini, kami ingin ikut membangun ekosistem literasi yang mampu menggabungkan teknologi, kreativitas, dan kearifan lokal,” ujar Andi, Selasa (15/9).
 
Dengan melibatkan teknologi, diharapkan perpustakaan bisa lebih berkembang. Tidak hanya sebagai tempat mengakses buku, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, kreativitas, serta pengembangan keterampilan digital masyarakat.
 
Teknologi juga dibutuhkan untuk membentuk aktivitas literasi. Cara ini penting untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
 
Salah satu fokus kolaborasi adalah perluasan akses konten digital, yang membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh materi pembelajaran secara lebih mudah. Di saat yang sama, program kreasi berbasis kearifan lokal juga akan dikembangkan untuk mendorong masyarakat menghasilkan karya yang mengangkat kekayaan budaya daerah.
 
“Kami melihat literasi saat ini memiliki tantangan tersendiri. Tidak hanya sekedar membaca buku, namun lebih mendalam pada kemampuan memahami informasi, menyampaikan ide/gagasan, dan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga literasi menjadi pondasi belajar," kata Andi.
 
"Masyarakat perlu dibekali kemampuan beradaptasi, berkarya, dan memanfaatkan teknologi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri pendidikan menjadi semakin penting,” pungkasnya.
EDITOR: Sabik Aji Taufan