← Beranda
Kepolisian Pastikan Pembakaran Dapur SPPG di NTB Tidak Benar
Dimas ChoirulSenin, 14 September 2026 | 19.54 WIB
Viral video yang dinarasikan kebakaran di salah satu SPPG di NTB. (Threads @cepscornelius_)

JawaPos.com – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) disebut dibakar warga setelah muncul dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG)

Video yang memperlihatkan kepulan asap dari bangunan tersebut beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Threads @cepscornelius_.

Dalam unggahan tersebut, akun itu menyebut bangunan yang terbakar merupakan dapur SPPG yang diduga berkaitan dengan insiden keracunan MBG di NTB.

Baca Juga: Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang

“Negara yang TIDAK BISA TEGAS DENGAN HUKUM. Akhirnya rakyat vs rakyat korbannya,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Dilansir dari web resmi Polda NTB, pihak kepolisian NTB bersama jajaran melakukan pemeriksaan dan verifikasi di sejumlah wilayah untuk memastikan kebenaran informasi serta lokasi peristiwa yang ditampilkan dalam video.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Muhammad Kholid, menegaskan hasil pengecekan tidak menemukan adanya peristiwa pembakaran dapur SPPG sebagaimana yang diklaim dalam video tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi di sejumlah wilayah, tidak ditemukan adanya peristiwa sebagaimana yang dinarasikan dalam video tersebut,” ujar Kombes Pol. Muhammad Kholid dikutip, Senin (14/9).

Klaim tersebut kemudian berkembang di media sosial dan sebagian pengguna mengaitkannya dengan wilayah Lombok Tengah. Persepsi itu muncul setelah sebelumnya terjadi insiden dugaan keracunan makanan di wilayah Batukliang, Lombok Tengah.

Sejumlah komentar kemudian menghubungkan video pembakaran dapur SPPG tersebut dengan insiden yang terjadi sebelumnya di Batukliang.

Namun, hasil verifikasi jajaran Polsek Batukliang dan Polresta Lombok Tengah di lapangan juga tidak menemukan adanya peristiwa pembakaran dapur SPPG sebagaimana yang diklaim.

“Untuk informasi yang kemudian dipersepsikan terjadi di Lombok Tengah, jajaran Polsek dan Polres sudah melakukan verifikasi di lapangan. Hasilnya, tidak ditemukan peristiwa seperti yang disebutkan dalam video tersebut,” tegas Kholid.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah