JawaPos.com - Sejak erupsi terjadi pada Senin (31/8), aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah (pemda) mengajak warga keluar dari area berbahaya untuk masuk zona aman.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk memastikan keselamatan masyarakat, khususnya warga yang berada di kawasan terdampak erupsi seperti hujan abu vulkanik. Oleh petugas, mereka diajak untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan, dari hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung mengalami peningkatan sehingga tingkat aktivitas dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Baca Juga: Brace ke Gawang Ipswich Town, Alexander Isak: Liverpool Seharusnya Cetak Lebih Banyak Gol!
”Dampak aktivitas vulkanik saat ini dirasakan di sejumlah wilayah, khususnya Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung. Warga Desa Kuta Tengah untuk sementara telah diarahkan mengungsi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran,” terang dia pada Sabtu (5/9).
Berdasar data terakhir pada Jumat (4/9), tercatat 208 kepala keluarga atau 650 jiwa berada dalam pendataan sebagai pengungsi. Sementara, kurang lebih 405 jiwa masih berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.
”Pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran data untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Berton menyampaikan bahwa abu vulkanik juga berdampak terhadap lahan pertanian masyarakat. Luasan dan tingkat kerusakan lahan masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Untuk mendukung keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga, BPBD Kabupaten Karo telah melakukan sejumlah langkah penanganan.
”Selain mengimbau masyarakat untuk keluar dari zona bahaya dan berpindah ke wilayah yang lebih aman, BPBD juga mendistribusikan masker kepada masyarakat yang terdampak debu vulkanik,” kata dia.
Baca Juga: Rezeki Mengalir Deras! 5 Weton Ini Diramal Punya Peluang Jadi Orang Kaya di September
Koordinasi dalam penanggulangan dampak erupsi juga dilakukan bersama unsur TNI dan Polri. Salah satunya melalui Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat. Patroli juga dilakukan di sejumlah lokasi yang telah ditetapkan sebagai kawasan terlarang untuk aktivitas maupun kunjungan.
”Termasuk kawasan Danau Lau Kawar. Dari hasil patroli, kawasan tersebut dipastikan tidak terdapat pengunjung,” imbuhnya.
Langkah lainnya adalah penyiraman pada wilayah dengan aktivitas penduduk dan lalu lintas cukup padat, termasuk kawasan pusat Kota Berastagi. Pemda setempat telah mengaktifkan dapur umum untuk menyediakan kebutuhan konsumsi masyarakat sebanyak 3 kali sehari dan memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi pengungsi.