← Beranda
Karhutla Riau Mulai Terkendali, Polisi Sebut Wilayah Siak hingga Kerumutan Nihil Titik Api
Muhammad RidwanKamis, 3 September 2026 | 00.46 WIB
Personel Polda Riau melakukan pemadaman di kawasan karhutla. (Istimewa)

JawaPos.com - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah rawan di Provinsi Riau mulai membuahkan hasil. Kondisi di beberapa lokasi prioritas dilaporkan semakin terkendali setelah tim gabungan melakukan pemadaman, pendinginan, serta pemantauan secara intensif.

Salah satu perkembangan positif terlihat di Kabupaten Siak. Kebakaran yang terjadi di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, Kecamatan Dayun, berhasil ditangani setelah operasi pemadaman dan pendinginan berlangsung selama tujuh hari.

Sementara itu, kondisi di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, juga menunjukkan perkembangan serupa. Selama empat hari terakhir, tidak ditemukan titik api di wilayah tersebut meski petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali kebakaran.

Baca Juga: Persija Pinjamkan Van Basty Sousa ke Borneo FC, Berpotensi Langsung Jumpa di Pekan Pertama

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi mengatakan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja bersama berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Menurutnya, meski operasi pemadaman intensif mulai dihentikan di sejumlah lokasi, kewaspadaan tetap harus dipertahankan.

“Alhamdulillah, penanganan Karhutla di Siak dan Pelalawan menunjukkan hasil positif. Pemadaman intensif di beberapa lokasi mulai dapat diakhiri dan personel secara bertahap dikembalikan. Namun kewaspadaan tetap kita jaga,” kata Akmadi kepada wartawan, Rabu (2/9).

Di Siak, sekitar 30 hektare lahan terdampak karhutla di sekitar Taman Nasional Zamrud telah ditangani. Operasi yang berlangsung selama sepekan tersebut kemudian ditutup melalui Apel Konsolidasi Akhir Penanganan Karhutla pada Selasa (1/9) sore.

Apel tersebut dipimpin Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara. Penanganan di lapangan melibatkan personel Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, Manggala Agni, BKSDA, hingga regu pemadam dari perusahaan yang berada di sekitar kawasan.

Baca Juga: Simak dan Pahami, 7 Tanda Keracunan Makana yang Perlu Diwaspadai

Tidak hanya di sekitar Taman Nasional Zamrud, proses pendinginan di wilayah Tasik Betung yang masuk kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil juga telah diselesaikan. Meski demikian, petugas belum sepenuhnya meninggalkan lokasi.

Patroli dan pemantauan tetap dilaksanakan selama tiga hari berikutnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan tidak terdapat bara atau sumber panas yang dapat memicu kebakaran susulan.

Sementara di Pelalawan, perkembangan kondisi Karhutla juga cukup menggembirakan. Kerumutan yang sebelumnya menjadi salah satu kawasan prioritas penanganan kini telah empat hari berturut-turut tidak menunjukkan adanya titik api.

Akmadi menjelaskan, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sejak awal telah menginstruksikan jajaran untuk memastikan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh. Bara yang masih berada di dalam lahan harus dipastikan benar-benar padam agar tidak kembali memicu kebakaran.

“Prinsipnya, api padam bukan berarti pekerjaan selesai. Kita harus memastikan bara benar-benar mati. Setelah pemadaman intensif selesai, fokus bergeser kepada pemantauan dan pencegahan,” ujarnya.

Akmadi turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penanganan Karhutla. Menurutnya, kondisi yang mulai membaik merupakan hasil kerja kolektif berbagai unsur di lapangan.

Baca Juga: Tulis Lirik Sendiri, Nam Yoo-jung Siapkan ‘Self-Introduction’ untuk Comeback

“Personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BKSDA, pemerintah daerah, masyarakat dan unsur perusahaan bekerja berhari-hari menghadapi panas, asap dan medan yang tidak mudah. Hasil hari ini adalah kerja bersama seluruh unsur di lapangan,” bebernya.

Meski sejumlah wilayah telah menunjukkan kondisi yang lebih baik, Polda Riau memastikan pengawasan Karhutla tetap berjalan di seluruh wilayah provinsi. Patroli dan langkah pencegahan terus diperkuat, khususnya di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Setiap informasi mengenai titik panas yang terdeteksi juga akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah kebakaran kembali meluas.

“Sekarang tugas kita menjaga kondisi ini. Pemantauan, pencegahan dan penegakan hukum tetap berjalan beriringan,” jelasnya.

Baca Juga: Jung Hae-in dan Shin Se-kyung Dipertemukan sebagai Kekasih Lama di ‘Love Virus’ 

Terpisah, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara mengatakan, pemantauan melalui drone yang dilakukan di Dusun Aur Kuning, Kecamatan Kerumutan, Selasa sore sekitar pukul 18.05 WIB, hanya menemukan kepulan asap tipis di sejumlah bagian lahan.

“Sudah empat hari tidak terdeteksi titik api. Hasil pantauan drone juga menunjukkan kondisi semakin terkendali, tinggal menyisakan asap tipis di beberapa bagian,” ucap John.

Dengan situasi yang semakin kondusif, personel BKO Polda Riau dan Polres Pelalawan yang sebelumnya diperbantukan dalam operasi pemadaman serta pendinginan mulai dikembalikan ke satuan masing-masing.

Meski begitu, pengamanan di sekitar lokasi terdampak tetap dilakukan. Pasukan darat dari PT Gandaherah, yang memiliki wilayah berbatasan langsung dengan lahan terdampak, masih disiagakan bersama perlengkapan pemadaman dan alat berat.

"Kesiapsiagaan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi apabila kembali muncul asap ataupun titik panas," pungkasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo