← Beranda
Hadiri Muktamar ke-35 NU, Khofifah Dorong Warga Nahdliyin Semakin Berdaya dan Produktif
Novia HerawatiJumat, 28 Agustus 2026 | 20.55 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang. (Humas Pemprov Jatim)

 

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa mendorong warga Nahdliyin untuk semakin berdaya dan produktif. 

Hal tersebut disampaikan setelah menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Kamis (27/8) kemarin. 

“Warga Nahdliyin harus berdaya, mandiri dan produktif. Ini bisa dilakukan melalui UMKM, koperasi, pendidikan vokasi, ekonomi syariah maupun penguatan sektor-sektor produktif,” tutur Khofifah, Jumat (28/8).

Menurutnya, penguatan ekonomi warga Nahdliyin perlu menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda NU ke depan. Hal ini sejalan dengan besarnya jumlah warga Nahdliyin yang menjadi potensi ekonomi.

Baca Juga: Nasaruddin Umar Tegaskan Tak Maju sebagai Caketum PBNU, Pilih Fokus jadi Menag

Penguatan UMKM, koperasi, pendidikan vokasi, ekonomi syariah, dan sektor produktif lainnya diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan warga.

Dalam konteks Muktamar, Khofifah memandang Muktamar ke-35 NU tidak sekadar forum untuk menentukan arah organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang muhasabah untuk melihat kembali perjalanan pengabdian NU. 

“Semoga Muktamar NU ini menjadi momentum kebaikan bagi NU, memperkuat persaudaraan umat, dan bersama-sama mewujudkan NU sebagai bagian strategis dalam memajukan bangsa,” imbuhnya.

Dengan basis warga yang besar dan jaringan pesantren serta lembaga pendidikan yang luas, NU memiliki potensi besar untuk mengambil peran strategis dalam berbagai persoalan kebangsaan.

Namun, besarnya potensi tersebut perlu diiringi kemampuan organisasi untuk beradaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai dan tradisi keulamaan yang menjadi akar perjuangan NU.

“Bagaimana nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah tetap menjadi pijakan, tetapi pada saat yang sama NU mampu menjawab berbagai persoalan baru yang dihadapi masyarakat dan bangsa. Ini menjadi tantangan sekaligus ruang pengabdian NU ke depan,” kata Khofifah.

Ia berharap Muktamar sebagai forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia, mampu melahirkan keputusan terbaik bagi organisasi dan membawa kemaslahatan yang lebih luas bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara.

"Mudah-mudahan Muktamar NU menghasilkan keputusan terbaik, memperkuat persatuan. Semoga NU semakin kuat dan semakin besar kontribusinya untuk kemajuan bangsa Indonesia,” pungkas Khofifah.

EDITOR: Sabik Aji Taufan