← Beranda
Benteng Van Der Wijck Jadi Pusat Budaya dan Pariwisata Kebumen
Latu Ratri MubyarsahJumat, 28 Agustus 2026 | 04.33 WIB
Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 dan Gombong Culture Festival di Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kebumen. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Benteng Van Der Wijck di Gombong, Kabupaten Kebumen, dikembangkan menjadi destinasi wisata sebagai pusat kegiatan budaya dan pendidikan.

Kondisi bangunan Benteng Van Der Wijck peninggalan kolonial Belanda tersebut masih sangat kokoh dan memiliki nilai sejarah yang tinggi.

”Luar biasa Benteng Van Der Wijck ini. Dari sisi struktur bangunan, benteng ini masih kokoh sekali. Tinggal kita sedikit merevitalisasi semua nilai dan fungsinya,” ujar Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantoro saat membuka Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 dan Gombong Culture Festival di Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kebumen, Kamis (27/8).

Baca Juga: Minta Industri Tembakau Tidak Dimatikan, Emil Dardak: Sumbang Sepertiga Perekonomian Jatim

Ferry mengaku terkesan setelah melihat langsung.

Ferry berencana mengajak Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk datang langsung ke Benteng Van Der Wijck.

Dia berharap benteng tersebut dapat dikembangkan sebagai pusat kegiatan budaya, pariwisata, dan pendidikan.

Baca Juga: BKN Respons Pencopotan 16 Pejabat oleh Bupati Gowa

Menurut Ferry, pengembangan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Kebumen.

Meningkatnya kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar negeri diyakini dapat menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

”Kalau semua ini berjalan, multipengaruhnya akan berdampak pada kemajuan ekonomi, sebab UMKM bergerak dengan datangnya wisatawan dari nusantara dan mancanegara,” kata Ferry Juliantoro.

TNI Buka Ruang Revitalisasi Benteng

Dukungan terhadap pengembangan Benteng Van Der Wijck juga disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Akhiruddin Darodjat.

Dia mengapresiasi pelaksanaan KTM dan Gombong Culture Festival yang menggunakan kawasan benteng yang saat ini dikelola TNI.

Akhiruddin mengatakan, pihaknya terbuka terhadap kolaborasi untuk merevitalisasi benteng peninggalan kolonial Belanda tersebut dengan tetap memperhatikan kaidah dan prinsip kesejarahannya.

Baca Juga: Pesawat Casa Tergelincir di Landasan Pacu Bandara Sultan Hasanuddin

Menurut dia, Benteng Van Der Wijck merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Kebumen karena memiliki bentuk segi delapan dan kondisi bangunan yang masih kokoh.

“Ini kebanggaan warga Kebumen memiliki benteng segi delapan yang masih kokoh. Karena itu kami membuka ruang yang lebar untuk kolaborasi guna lebih meningkatkan peran dan manfaat benteng bagi kesejahteraan rakyat, terutama generasi muda,” ujar Akhiruddin.

Gagasan Pulang Kampung untuk Bangun Kebumen

Ketua Panitia KTM dan Gombong Culture Festival 2026 Wahid Supriyadi mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut berawal dari keinginan untuk mengembangkan potensi daerah sekaligus memperkenalkan Kebumen kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

Baca Juga: Polres Blora Tahan Tiga Pelaku Pengeroyokan Dua Anggota Polisi

Wahid yang merupakan warga asli Kebumen dan diplomat senior tersebut mengaku mendapat inspirasi dari pengalaman menggelar berbagai festival Indonesia di luar negeri.

”Saatnya membangun daerah saya. Kebumen berkembang dan dikenal baik oleh kalangan nusantara maupun mancanegara dengan acara seperti KTM dan Gombong Culture Festival ini. Jadi saya turun gunung,” tandas Wahid.

Ke depan, Wahid mengusulkan ada kegiatan tahunan bagi warga Kebumen yang berada di perantauan dengan konsep Pulang Kampung.

Baca Juga: Setoran Uang Pelicin Jabatan Perangkat Desa di Pati Sudah Lama, Nilainya Rp 500 Juta-Rp 1 M

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai budaya, pariwisata, UMKM hingga peluang ekspor.

Konsep itu juga diharapkan dapat menggantikan dua kegiatan besar IWAKK yang selama ini digelar di Jakarta.

”Pulang Kampung nantinya menjadi ajang pertukaran ide, budaya, pariwisata, dan ekonomi, baik UMKM maupun ekspor. Tujuannya membangun Kebumen,” ujarnya.

Pemkab Kebumen Siap Berkolaborasi

Bupati Kebumen Lilis Suryani mengapresiasi penyelenggaraan KTM dan Gombong Culture Festival 2026 yang membawa nama Gombong dan Kebumen.

Baca Juga: Tiyasan Berpotensi Jadi Mesin Ekonomi Baru di Sleman, Tak Sekadar Kawasan Kuliner

Menurut dia, peran organisasi IWAKK dalam menghubungkan warga Kebumen di perantauan dengan daerah asal sangat penting.

Lilis berharap kegiatan tersebut mampu membuka akses lebih luas bagi perkembangan sektor pariwisata, budaya, ekonomi, dan ilmu pengetahuan di Kebumen.

“Jejaring bapak-ibu yang sangat luar biasa hingga mampu melaksanakan acara ini membuktikan kecintaan yang tinggi pada daerah kelahiran yakni Kebumen. Pemkab Kebumen akan membuka dan mendukung kolaborasi sinergis demi kemajuan masyarakat Kebumen,” ujar Lilis.

Baca Juga: BMKG Deteksi Lonjakan 1.104 Titik Panas di Pulau Sumatra

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah