← Beranda
Viral Terjadi Perdebatan, Pemkab Manggarai Timur Bantah BNPB Intervensi Penyaluran Bantuan Gempa
Sabik Aji TaufanRabu, 26 Agustus 2026 | 05.15 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah bantuan untuk korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mencapai 1.541 ton. (Dok BNPB)

 

JawaPos.com - Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur memastikan tidak ada tekanan dari BNPB dalam penyaluran bantuan korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti yang viral baru-baru ini.

Video perdebatan antara Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman dengan petugas BNPB di Pos Pelayanan Kesehatan Damer dinarasikan tidak sesuai fakta di lapangan.

Tarsisius mengatakan, pemkab telah mendalami peristiwa yang sesungguhnya terjadi. Hasilnya tidak ditemukan adanya paksaan BNPB kepada camat.

“Setelah kami melakukan penelusuran terhadap kejadian tersebut, tidak benar bahwa ada tekanan dari BNPB kepada Camat Lamba Leda Utara. Termasuk dalam proses penandatanganan berita acara, tidak ada pemaksaan dari petugas BNPB,” ujar Tarsisius, Selasa (25/8).

Baca Juga: Ubi Bombing, Cara Baru Padamkan Karhutla ala Presiden Prabowo

Dia menjelaskan, adanya petugas BNPB di Manggarai Timur merupakan kondisi wajar. Sebab dalam proses penanganan bencana.

Petugas BNPB menyalurkan bantuan pemerintah pusat secara bertahap di 12 kecamatan terdampak. Pemda terlibat dalam proses distribusi melalui posko utama.

“Logistik dari pemerintah pusat diserahkan melalui posko utama yang ada di daerah. Dari sana kemudian dilakukan koordinasi untuk memastikan bantuan bergerak ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” jelasnya.

Tarsisius menambahkan, pemerintah daerah telah membentuk petugas yang bertanggung jawab terhadap pembagian dan distribusi logistik. Mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat dipantau dan disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Dalam kondisi seperti sekarang, pemerintah pusat dan daerah harus berkoordinasi secara erat. Dengan begitu, persoalan yang ditemukan di lapangan bisa segera diselesaikan.

“Dalam situasi bencana seperti sekarang, semua pihak tentu memiliki tekanan dan tanggung jawab yang besar. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga komunikasi dan koordinasi agar bantuan dapat segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Inspektur III BNPB, Kombes Pol Deden Nurhidayatullah yang ditugaskan sebagai PIC penanganan bencana di Manggarai Timur memastikan telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk mendukung kelancaran penanganan bencana.

BNPB sudah mengecek kesiapan titik penerima bantuan sekaligus mendata logistik yang tersedia.

Baca Juga: Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ruben Onsu pada Jumat, 28 Agustus 2026

Selanjutnya, tiga truk bantuan diberangkatkan dari Posko Penanganan Bencana di Kecamatan Borong menuju Pos Pengungsian Waso, Pos Pengungsian Ronting, dan Pos Pelayanan Kesehatan Damer.

Dua lokasi berhasil menerima dukungan logistik. Sementara distribusi menuju Damer sempat mengalami kendala karena jembatan yang rusak tidak dapat dilalui truk bermuatan. 

“Dalam kondisi seperti ini, prioritas kami adalah memastikan bantuan tetap bergerak menuju masyarakat yang membutuhkan. Ketika akses kendaraan besar terkendala, kami mencari alternatif agar logistik tetap dapat dikirimkan secara bertahap,” kata Deden.

Dia menjelaskan, bantuan yang tersedia saat kejadian merupakan bagian dari distribusi yang dilakukan secara bertahap. Sebagian bantuan lainnya masih dalam proses pengiriman menuju Manggarai Timur melalui jalur darat maupun laut.

Terkait informasi mengenai adanya pemaksaan penandatanganan berita acara penyerahan bantuan logistik, Deden menegaskan bahwa dirinya maupun petugas BNPB tidak pernah melakukan tindakan tersebut.

“Dalam penanganan bencana, kami memahami pentingnya komunikasi yang baik di lapangan. Kami datang untuk memastikan bantuan tersalurkan dan kebutuhan masyarakat terpantau. Kami tidak pernah melakukan pemaksaan dalam proses penandatanganan berita acara,” pungkas Deden.

EDITOR: Sabik Aji Taufan