JawaPos.com - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 terjadi di kawasan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Selasa (25/8) pukul 13.48 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa guncangan tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Berdasarkan analisis data BMKG, pusat gempa bumi (episenter) terletak pada koordinat 3,44 Lintang Utara (LU) dan 124,53 Bujur Timur (BT).
Lokasi persisnya berada di laut, sekitar 108 kilometer barat daya Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman pusat gempa (hiposenter) mencapai 295 kilometer.
BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada Gempa Susulan
Meski dipastikan aman dari ancaman tsunami, BMKG tetap menerbitkan imbauan resmi agar masyarakat di wilayah terdampak tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Kasus Yogi ‘Starlink’ Disidang, Menkomdigi Meutya Hafid Tekankan Pembinaan
"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG dalam arahan resminya di portal Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).
Data observasi peralatan akselerometer BMKG mencatat dampak guncangan dirasakan pada skala intensitas MMI II di sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Adapun wilayah kecamatan yang merasakan getaran tersebut meliputi Nusa Tabukan, Manganitu, Tatoareng, Tahuna, Tabukan Selatan, Tabukan Utara, Tamako, Tabukan Tengah, Kendahe, Tahuna Barat, Tahuna Timur, hingga wilayah Kepulauan sekitar. Getaran skala MMI II umumnya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa gempa bumi dalam ini.