← Beranda
Risiko Geopolitik Makin Pengaruhi Pelaporan Keuangan dan Audit, Apa yang Harus Dilakukan?
Banu AdikaraSabtu, 22 Agustus 2026 | 17.03 WIB
Ilustrasi laporan keuangan/freepik

 

JawaPos.com — Konflik geopolitik, perang dagang, sanksi ekonomi, perubahan tarif, hingga gangguan rantai pasok kini tidak lagi sekadar menjadi isu makroekonomi.

Kondisi tersebut mulai berdampak langsung terhadap pelaporan keuangan dan proses audit perusahaan.

Risiko geopolitik dapat memengaruhi rantai pasok, harga energi dan bahan baku, nilai tukar, suku bunga, hingga keamanan siber.

Baca Juga: Terima Majlis Belia Malaysia, Sekjen AMPI sebut Generasi Muda Perlu Berperan Aktif dalam Geopolitik ASEAN 

Dampaknya turut memengaruhi proyeksi arus kas, profitabilitas, estimasi akuntansi, serta kemampuan perusahaan mempertahankan kelangsungan usaha.

“Risiko geopolitik kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata oleh entitas bisnis. Dampak sistemiknya terhadap stabilitas rantai pasok dan volatilitas pasar mengharuskan manajemen untuk melakukan penilaian yang jauh lebih komprehensif terhadap estimasi akuntansi,” ujar Managing Partner KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan sekaligus Head of Audit & Assurance Services BDO Indonesia, Indra S. Widodo dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, ketidakpastian global perlu diperhatikan dalam sejumlah aspek, seperti penurunan nilai aset (impairment), going concern, persediaan, instrumen keuangan, transaksi valuta asing, serta pengungkapan risiko kepada investor.

Baca Juga: IEA Sebut Pemulihan Pasokan Minyak Dunia Dibayangi Risiko Geopolitik

Bagi auditor, kondisi tersebut menuntut penyesuaian pendekatan audit berbasis risiko.

Auditor perlu memperbarui penilaian risiko, mengevaluasi asumsi dan estimasi manajemen, serta meningkatkan pengujian pada area yang terdampak, termasuk impairment, persediaan, going concern, dan subsequent events.

Sementara itu, lanjut Indra, Direksi dan Komite Audit juga perlu memastikan risiko geopolitik yang material telah teridentifikasi.

Perusahaan didorong memperbarui asumsi laporan keuangan, melakukan scenario analysis dan stress testing, serta memperkuat pengendalian internal dan pengungkapan kepada investor.

Indra menilai perkembangan geopolitik akan terus menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas dan keandalan laporan keuangan. Karena itu, kemampuan manajemen memitigasi risiko dan auditor merespons perubahan melalui pendekatan berbasis risiko menjadi semakin penting untuk menjaga transparansi dan kredibilitas perusahaan.

EDITOR: Banu Adikara