← Beranda
Kapolda Papua Barat Daya Berhasil Redam Konflik, Janji Usut 3 Kasus di Maybrat
Yogi Wahyu PriyonoKamis, 20 Agustus 2026 | 03.43 WIB
Ratusan warga Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, turun ke jalan pada Rabu (19/8). Dalam aksi unjuk rasa damai yang digelar sebagai bentuk protes sekaligus penyampaian aspirasi terkait insiden penembakan warga sipil. (Istimewa) 

JawaPos.com - Ratusan warga Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, turun ke jalan pada Rabu (19/8/2026). Dalam aksi unjuk rasa damai yang digelar sebagai bentuk protes sekaligus penyampaian aspirasi terkait insiden penembakan warga sipil yang terjadi pada 13 Agustus 2026 lalu. 

Aksi yang berlangsung tertib dan penuh kendali ini diawali dari kawasan Kumurkek, kemudian massa bergerak beriringan menuju Pertigaan Aisyo, dan dilanjutkan dengan long march menuju Kantor Bupati Maybrat sebagai titik akhir penyampaian aspirasi.

Sekitar 250 orang berpartisipasi dalam aksi tersebut, yang berjalan dengan tertib di bawah pengamanan ketat namun humanis dari personel gabungan Polres Maybrat, Polsek Aifat, serta anggota Yon B Satuan Brimob Polda Papua Barat Daya. Kehadiran sejumlah pejabat daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda turut mengawal jalannya unjuk rasa agar tetap berlangsung aman dan bermartabat.

Baca Juga: Doomscrolling Berita Politik Bisa Bikin Kerja Makin Berat, Studi Ungkap Dampaknya

Turut hadir langsung menerima aspirasi masyarakat Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie S. Latuheru, S.I.K., M.Han., Danrem Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., serta Bupati Maybrat Karel Murafer, S.H., M.A., didampingi jajaran pejabat TNI–Polri, unsur Forkopimda, dan para pemuka masyarakat setempat.

Dalam orasi yang disampaikan, massa menyampaikan tuntutan yang jelas dan tegas: meminta proses hukum yang tegas dan transparan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden penembakan yang merenggut tiga korban jiwa, serta mendesak penyelesaian persoalan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sekaligus menghormati nilai-nilai adat setempat.

Gubernur Elisa Kambu dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda yang telah menjaga kedamaian sehingga aksi penyampaian aspirasi berjalan dengan aman dan tertib. Ia menegaskan sikap tegas pemerintah daerah yang menolak segala bentuk kekerasan, dan berkomitmen untuk menyampaikan serta memperjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan warga.

Baca Juga: Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Gempa Flores

"Kami meminta masyarakat memberikan ruang kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara profesional, sehingga fakta-fakta yang sebenarnya dapat ditemukan dan hasilnya disampaikan secara terbuka kepada seluruh masyarakat," ujar Gubernur Elisa di hadapan massa.

Sementara itu, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie S. Latuheru menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengusut perkara tersebut hingga tuntas, tanpa menutup-nutupi kebenaran.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan memberi kesempatan kepada tim penyidik melakukan proses penyelidikan secara menyeluruh, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memperoleh bukti yang sah dan akurat.

"Kami akan mengusut tuntas peristiwa ini. Namun, kami meminta ruang kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi secara mendalam guna memperoleh hasil penyelidikan yang objektif. Kami berharap masyarakat Maybrat bersama-sama mendukung proses tersebut agar dapat berjalan dengan baik dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan," tegas Kapolda Audie.

Hasil penyelidikan nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat setelah seluruh tahapan penanganan perkara dilakukan secara menyeluruh dan berlandaskan fakta yang ditemukan di lapangan.

Secara keseluruhan, aksi unjuk rasa berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan lancar tanpa insiden yang tidak diinginkan. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Maybrat selama kegiatan berlangsung tetap kondusif.

EDITOR: Bintang Pradewo