← Beranda
Dapat Dukungan 3 Pesantren Besar Jatim, Gus Salam Diminta Perjuangkan Umat Bila Jadi Ketum PBNU
Sabik Aji TaufanRabu, 19 Agustus 2026 | 22.29 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib alias Gus Salam. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Langkah Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU mendapat dukuangan dari 3 pesantren besar. Ketiganya yakni PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, PP Lirboyo dan PP Al-Falah Ploso, Kediri.

“Maju bukan untuk jabatan. Tapi untuk khidmah. Bismillah," ucap Gus Salam, Rabu (19/8).

Penyerahan dukungan terakhir dilakukan oleh Keluarga Besar Bani Bishri Syansuri di ndalem kasepuhan PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.

“Ini bukan sekedar restu, tapi amanah. Melanjutkan perjuangan Mbah KH Bishri Syansuri, muassis-pendiri untuk berkhidmah menjaga NU, menjaga ideologi dan tradisi, dan menjaga umat demi kemashlahatan,” kata Sesepuh Bani Bishri, Nyai Muflichah Shohib.

Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35, Gus Lilur Ingatkan NU Tidak Boleh Dijadikan "Kendaraan Politik"

Muflichah menitipkan pesan kepada Gus Salam apabila nantinya menjabat agar fokus pada kesejahteraan umat.

“Kami berdo’a dan berpesan kepada Gus Salam; bila dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU harus benar-benar menjalankan tanggung jawab, memberi teladan dan istiqomah berkhidmah untuk umat sebagaimana diteladankan Mbah Bishri,” imbuhnya.

Gus Salam diminta menjaga amanah yang diberikan para kiai dan sesepuh NU. 

“Pokoknya jangan kecewakan jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama, terutama keluarga besar bani Bishri Syansuri. Kembalikan NU ke dzurriyyah muassis bukan karena ekspresi emosional, tapi amanah arus bawah supaya memimpin di awal abad kedua jam’iyyah,” tambahnya. 

Setelah menerima dukungan ini, Gus Salam sowan ke sesepuh pengasuh PP Lirboyo Kediri, KH Anwar Manshur. Secara nasab, Gus Salam adalah cicit pendiri PP Lirboyo, KH Abdul Karim dari jalur ibu. Bahkan, kakaknya, KH Oing Abdul Muid Shohib menjadi salah satu pengasuh di PP Lirboyo.

Kedatangan Gus Salam disambut  KH Anwar Manshur yang juga Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, sekaligus Mustasyar PBNU. 

Selanjutnya, Gus Salam beserta keluarga Denanyar, bertolak ke PP Al-Falah Ploso, Kediri. Di sana ia bersilaturahim dengan sesepuh PP Al-Falah sekaligus gurunya, KH Nurul Huda Djazuli. 

Baca Juga: Jalan Rusak Sedot Rp 40 Triliun per Tahun, Pemerintah Godok Kebijakan Zero ODOL

“Maksud dan tujuan saya sama. Mohon ijin, nasehat, restu, dan do’a para masyayikh untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031,” ujar Gus Salam.

Dia menyatakan, mendatangi ketiga pesantren besar ini merupakan adab yang sudah sepantasnya dialakukan. Terlebih, ketiga pesantren ini memiliki sejarah panjang dalam terbentuknya NU.

“NU ini besar karena barokahnya para kiai. Fakta konstitusi bahwa NU didirikan oleh Ulama pondok pesantren. Tanpa restu dan doa mereka, kita bukan apa-apa. Ini ikhtiar saya agar kepemimpinan PBNU ke depan tetap berakar pada tradisi Aswaja dan pesantren,” tandasnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan