← Beranda
Polri Dapat Rekor MURI Penanaman Bawang Putih Serentak di Lahan Terluas
Dhimas GinanjarRabu, 19 Agustus 2026 | 19.08 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo (kiri) bersama Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto saat groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di NTB. (Mabes Polri)

JawaPos.com – Polri mencatatkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui penanaman bawang putih serentak di lahan seluas 279,53 hektare. Penanaman tersebut tersebar di 59 Polres pada 14 Polda.

Rekor bertajuk “Penanaman Bawang Putih secara Serentak di Lahan Terluas” itu dicatatkan dalam rangkaian program percepatan swasembada bawang putih nasional. Penanaman dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penanaman bawang putih serentak, panen raya, dan groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri. Kegiatan dihadiri Kapolri bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pertanian, kementerian/lembaga terkait, pejabat utama Mabes Polri, Forkopimda NTB, kelompok tani, dan masyarakat.

Kapolri menegaskan Rekor MURI tersebut bukan sekadar pencapaian, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama meningkatkan produksi bawang putih nasional.

Saat ini, sekitar 90–95 persen kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi melalui impor. Sementara produksi dalam negeri berkisar 39–40 ribu ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan nasional yang telah mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun.

Karena itu, Polri berkomitmen mendukung target Presiden RI untuk mewujudkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan. Dukungan dilakukan melalui kolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, kelompok tani, dan mitra strategis.

Dari target lahan seluas 4.840 hektare yang diberikan Kementerian Pertanian, saat ini telah terverifikasi 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda dan 66 Polres.

Dari lahan yang telah terverifikasi tersebut, 927,6 hektare sudah ditanami dengan melibatkan 117 kelompok tani dan 2.257 petani.

Khusus penanaman serentak yang menjadi bagian dari pencatatan Rekor MURI, sebanyak 110 kelompok tani yang terdiri atas 2.174 petani menggarap lahan seluas 279,53 hektare. Lahan tersebut memiliki potensi produksi sekitar 2.795 ton bawang putih.

Selain penanaman, panen raya juga dilakukan di Sembalun pada lahan seluas 105 hektare. Panen tersebut melibatkan sembilan kelompok tani dan 287 petani dengan potensi hasil mencapai 1.050 ton bawang putih.

Penguatan sektor hulu dilakukan melalui penyerahan alat dan mesin pertanian serta sarana produksi kepada kelompok tani. Bantuan tersebut terdiri atas 90 unit hand tractor, satu unit traktor roda empat, 24 unit pompa air, dan 17 ton pupuk Phonska Nitroku yang berasal dari Polri, Kementerian Pertanian, dan PT Pupuk Indonesia.

Sementara dari sisi hilir, Polri melakukan groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan di atas lahan seluas 1.013 meter persegi yang dihibahkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Gudang tersebut memiliki luas bangunan 250 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan hingga 300 ton. Pembangunannya didukung anggaran Rp1,4 miliar dari Pemerintah Provinsi NTB.

Gudang tersebut disiapkan untuk mendukung pengelolaan pascapanen sekaligus menjaga kualitas bawang putih. Hasil panen selanjutnya akan diserap Bulog untuk memenuhi kebutuhan bibit yang akan ditanam kembali.

Skema tersebut diharapkan membuat peningkatan produksi berjalan beriringan dengan kepastian pasar bagi petani.

Ketua Komisi IV DPR RI mengapresiasi langkah Polri dan Kementerian Pertanian dalam mendukung program swasembada pangan. Ia juga mengapresiasi koordinasi Menko Pangan yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

Menurutnya, penanaman serentak harus menjadi awal dari gerakan yang konsisten dan berkelanjutan. Swasembada bawang putih tidak cukup hanya dengan memperluas lahan dan meningkatkan produksi, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang kuat, kepastian penyerapan hasil panen, tata niaga yang sehat, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Perolehan Rekor MURI tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produksi bawang putih nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, dan mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih.

EDITOR: Dhimas Ginanjar