← Beranda
Imbas Keracunan, Pemkot Malang Bakal Pelototi SPPG Dua Kali Sebulan
Dimas ChoirulRabu, 19 Agustus 2026 | 04.15 WIB
Ilustrasi kegiatan dapur SPPG di Kota Malang. (Radar Malang)

 

JawaPos.com - Usai kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan Satgas MBG Kota Malang memperketat pengawasan terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariadi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan agenda monitoring dan evaluasi (monev) selama dua kali dalam sebulan.

”Ke depan kami berencana menggelar monev dua kali dalam sebulan,” kata Slamet, dilansir Radar Malang (Jawa Pos Group). 

Menurutnya, monev tersebut berlaku untuk semua SPPG yang sudah beroperasi. Selain itu, ada satu SPPG lagi yang akan mendapat monev lebih rutin. Yakni SPPG Sukoharjo. Sebagai informasi, SPPG Sukoharjo adalah SPPG yang mendistribusikan menu MBG ke SDN Kauman 1 yang bulan lalu menjadi perhatian karena insiden keracunan.

”Kemungkinan SPPG Sukoharjo akan beroperasi kembali pekan ini setelah operasionalnya sempat dihentikan sementara (suspend),” sambung Slamet. 

Setelah didapati adanya keracunan bulan lalu, pemkot bersama Satgas MBG Kota Malang juga melakukan pembinaan. Mulai dari proses pengiriman dan penerimaan bahan pangan segar asal tumbuhan. Kemudian, evaluasi bahan pangan hewan dari supplier, penyimpanan, dan pencucian bahan pangan.

Pengolahan makanan sesuai standar keamanan pangan, pemorsian, dan pendistribusian makanan juga dilihat. Selain melakukan monev rutin setiap bulan, pemkot juga terus memantau SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

”Yang berproses sekarang ada empat SPPG. Sementara SPPG lainnya sudah terbit SLHS-nya,” terang Slamet.

Slamet berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian keracunan MBG. Terlebih lagi penerima manfaat di Kota Malang sudah cukup banyak.

Di tempat lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, pihaknya terus memastikan SPPG yang sudah mendapat SLHS beroperasi sesuai prosedur yang berlaku. 

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Thamrin:  Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Tuai Kritik

Sementara untuk SPPG yang belum mendapat SLHS akan ditinjau pihaknya. ”Tidak semua SPPG bisa mendapat SLHS. Seperti empat SPPG yang sekarang masih berproses untuk mendapat SLHS,” ucap Husnul.

Ada beberapa faktor yang membuat SPPG itu belum mendapat SLHS. Seperti pengelolaan limbah, air, atau distribusi MBG yang belum memenuhi syarat.

 

EDITOR: Kuswandi