← Beranda
BMKG Ungkap Penyebab Gempa Magnitudo 6,4 di Simalungun Bisa Terasa hingga Padang
Tazkia Royyan HikmatiarMinggu, 16 Agustus 2026 | 02.41 WIB
Ilustrasi gempa bumi

JawaPos.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 yang mengguncang Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (15/8) sore terasa hingga Kota Padang, Sumatera Barat. BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang menjelaskan, luasnya wilayah yang merasakan guncangan berkaitan dengan kedalaman sumber gempa.

"Karena gempanya dalam, jadi efek dirasakannya luas," ujar petugas BMKG Padangpanjang dalam GWA BMKG Sumbar, dikutip dari Padang Expres (Jawa Pos Grup), Sabtu (15/8).

Gempa Simalungun itu diketahui terjadi pada pukul 17.54 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di koordinat 2,91 derajat Lintang Utara dan 98,93 derajat Bujur Timur, atau sekitar 11 kilometer tenggara Simalungun, Sumatera Utara.

Baca Juga: Simak, Jadwal Waktu Shalat Bagi Wilayah Ciamis Besok Minggu, 16 Agustus 2026

Gempa tercatat memiliki kedalaman 168 kilometer. Dengan sumber gempa yang tergolong dalam, energi getaran dapat menjalar dan dirasakan di wilayah yang lebih luas, termasuk hingga Sumatera Barat.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas V MMI di Kota Tebingtinggi dan Kabanjahe, Sumatera Utara, serta Kota Limapuluh, Sumatera Barat.

Pada intensitas V MMI, getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk. Guncangan juga dapat membuat orang yang sedang tidur terbangun.

Sementara itu, intensitas IV MMI tercatat dirasakan di Raya, Panombeian Pane, Panei di Kabupaten Simalungun, Kota Pematangsiantar, dan Kota Pangururan.

Pada skala IV MMI, gempa dirasakan banyak orang di dalam rumah, terutama pada siang hari. Pintu, jendela, atau benda-benda di dalam rumah juga dapat bergetar.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto mengatakan, gempa Simalungun merupakan gempa bumi menengah yang dipicu aktivitas subduksi lempeng.

"Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," tuturnya.

Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa tersebut dipicu sesar geser turun atau oblique normal fault.

Dengan demikian, kedalaman sumber gempa menjadi salah satu faktor yang menjelaskan mengapa guncangan tidak hanya dirasakan di sekitar Simalungun, tetapi juga menjangkau wilayah yang lebih jauh seperti Padang.

Hingga pukul 18.16 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa serta mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah