← Beranda
Siswa SMAN 1 Berastagi Trauma Makan MBG Imbas Keracunan
Dimas ChoirulJumat, 14 Agustus 2026 | 21.44 WIB
Ilustrasi Keracunan Massal.

JawaPos.com - Insiden keracunan makanan pada Kamis (13/8) membuat sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi, Karo, Sumatera Utara trauma mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dilansir dari Sumut Pos (Jawa Pos Group), sejumlah pelajar yang ditemui di SMA Negeri 1 Berastagi bahkan mengaku belum sempat menyantap menu MBG ketika peristiwa terjadi.

Namun, kejadian tersebut tetap membuat mereka khawatir untuk menyantap menu MBG berikutnya.

“Nggak mau lagi (makan), nanti keracunan pulak. Mending kami bawa bontot sendiri dari rumah,” ujar sejumlah pelajar, dikutip Jumat (14/8).

Baca Juga: 289 Siswa di Berastagi Sumut Keracunan Massal Usai Santap MBG

Saat peristiwa keracunan terjadi, suasana di SMA Negeri 1 Berastagi berubah drastis.

Sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar kini lebih banyak berfokus pada pemulihan siswa.

Hingga Jumat pagi, sebanyak 143 siswa sekolah tersebut masih mendapat penanganan medis di empat rumah sakit, yakni RS Efarina, RS Amanda, RSU Kabanjahe dan RS Mina Kabanjahe.

Kepala SMA Negeri 1 Berastagi, Normawati Martiana Ginting, mengatakan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar dilakukan usai insiden keracunan.

Itu karena sekolah masih memprioritaskan pemulihan kondisi kesehatan para siswa yang terdampak.

Baca Juga: BGN Suspend Dapur dan Copot Kepala SPPG Imbas Keracunan di Berastagi

“Seperti hari pertama setelah kejadian, saya telah menugaskan dan membagi para guru ke empat rumah sakit. Hari ini juga begitu, para guru saya tugaskan ke empat rumah sakit,” ujar Martiana.

Sekolah pun kini menempatkan pemulihan siswa sebagai prioritas utama, dan para guru secara bergantian ditugaskan mendampingi dan memantau kondisi para siswa di rumah sakit.

“Harapan kami semua anak-anak ini sehat kembali, sehingga mereka bisa kembali ke sekolah seperti biasa,” ucap Martiana.

Dengan masih dirawatnya 143 siswa, pihak sekolah belum memprioritaskan kembalinya aktivitas belajar seperti biasa.

Keselamatan dan kesehatan para siswa menjadi pertimbangan utama sembari menunggu seluruh korban dinyatakan pulih.

Baca Juga: Prabowo Kesal MBG Dikorupsi: Orang-orang Biadab, Tidak Pantas Kita Hormati

Pihak sekolah berharap kondisi para siswa segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Namun, pengalaman tersebut meninggalkan kekhawatiran baru di kalangan siswa sekaligus menjadi pengingat pentingnya jaminan keamanan pangan dalam setiap pelaksanaan program MBG.

Sebelumnya dilaporkan, sebanyak 289 siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, harus menjalani perawatan medis setelah menyantap hidangan program MBG Kamis (13/8).

Insiden tersebut terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama Berastagi.

Ratusan siswa tersebut dirawat di RS Amanda sebanyak 157 siswa, terdiri dari 137 orang yang menjalani rawat inap dan 20 lainnya menjalani rawat jalan.

Baca Juga: Ketua MPR sebut MBG Bukan Cuma Bagi-bagi Makanan, Tapi Terobosan Indonesia Emas 2045

Kemudian 90 siswa dirawat di RS Efarina, 35 siswa di RSUD Kabanjahe, empat siswa di RS Mina, serta tiga siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Berastagi.

Jumlah tersebut masih merupakan data sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta pemeriksaan medis terhadap siswa yang terdampak.

 

EDITOR: Bayu Putra